Tampilkan postingan dengan label Liga Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga Indonesia. Tampilkan semua postingan

Aksi Brutal Terjadi di Dalam Stadion

Jumat, 5 Oktober 2001

Kompas/julian sihombing
Jakarta, Kompas


Semifinal Liga Bank Mandiri yang digelar di Stadion Utama, Gelora Bung Karno hari Kamis (4/10) kembali tercoreng. Persepakbolaan nasional tetap belum beranjak dari warna brutal para pendukung tim-tim yang berlaga di semifinal. Stadion Utama Senayan diperkirakan merugi sekitar puluhan juta rupiah akibat kerusakan yang dilakukan brutal para pendukung. Sekjen PSSI Tri Goestoro, mengutip pernyataan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar, kepada Kompas menyatakan rasa penyesalannya akibat ulah brutal para pendukung itu. "Ketua Umum PSSI menyatakan penyesalannya karena masih juga ada aksi brutal yang diperlihatkan pendukung tim," kata Tri.

"Kita sama-sama melihat justru di lapangan hijau sportivitas dijunjung tingi. Tetapi penonton masih belum dewasa juga. Analisis kami, ulah brutal itu datang dari
suporter yang tidak tergabung di dalam koordinator suporter. Kami mengimbau agar di final hari Minggu, para pendukung kedua tim yang menjunjung sportivitas sebagaimana dipertunjukkan oleh tim-tim yang mereka dukung," kata Sekjen PSSI.

Di semifinal itu, Persija Jakarta mengalahkan Persebaya Surabaya 2-1 (1-0). Pencetak gol Persija adalah Luciano Leandro di menit ke-41, dan Antonio Claudio di menit ke-86. Gol balasan Persebaya disumbangkan melalui penalti Uston Nawawi di menit ke-60.

Di semifinal kedua, juara bertahan PSM Makassar juga melaju ke final setelah menekuk PSMS Medan 5-4 melalui adu penalti. Sampai 120 menit pertandingan kedudukan tetap imbang 2-2 (1-1, 2-2, 2-2, 2-2).

Tiga algojo PSMS yang gagal menjalankan tugasnya dengan baik adalah Maurmada Marco, Edu Juanda dan Selamet Riyadi. Dua lainnya, Colly Misrun dan Ariel Guterrez, berhasil mengecoh penjaga gawang PSM Hendro Kartiko.

Sementara PSM Makassar hanya gagal di dua tendangan penalti yang dilakukan Miro Baldo Bento dan Ilham. Tiga algojo PSM lainnya yang menjalankan tugasnya dengan baik ke gawang PSMS yang dikawal penjaga gawang pengganti Suprayetno adalah Bima Sakti, Ortisan Salossa, dan Carlos De Mello.

Persija, juara tujuh kali Divisi Utama PSSI, dan PSM Makassar yang juara bertahan, akan bertemu di final hari Minggu mulai pukul 16.00 WIB. Presiden Megawati Soekarnoputri akan hadir di final itu sekaligus menyerahkan Piala Presiden ke tim juara.

Pertontonkan kekerasan

Berbagai aksi perusakan dipertontonkan para pendukung tim-tim yang berlaga di semifinal. Mereka merusak dan membakar bangku penonton, terlibat tawuran-bahkan memakai anak panah dari besi-dan saling lempar benda keras. Berbagai aksi brutal penonton ini kerap terlambat diantisipasi pihak keamanan. Di tribun atas, pembakaran spanduk dan bangku penonton terkesan didiamkan polisi.

Pembakaran spanduk dan tempat duduk penonton dimulai ketika partai Persija melawan Persebaya dimulai pukul 16.00. Para pendukung tim "Bajul Ijo" mulai menunjukkan agresivitasnya dengan membakari berbagai benda termasuk kertas, spanduk, dan bangku di tribun atas dan bawah selatan stadion.

Pembakaran ini didiamkan saja oleh aparat keamanan. Berulang kali announcer pertandingan mengimbau para pendukung tim "Bajul Ijo" menghentikan aksinya. Tetapi, imbauan ini tidak diacuhkan. Beberapa saat kemudian, atas kesadaran sendiri, mereka memadamkan api yang berkobar di kursi-kursi penonton di atas dan bawah tribun selatan.

Juga terjadi aksi pelemparan anak panah dari besi saat berlangsungnya partai keras antara PSMS melawan PSM, di timur tribun atas dan bawah. Sebagian penonton pendukung tim "Ayam Kinantan" bentrok dengan pendukung tim "Juku Eja".

Awalnya, para pendukung PSMS terdesak dan mencoba menghindari serbuan pendukung PSM dengan mencoba melompati pagar pembatas ke lintasan atletik. Tetapi, mereka dipukul mundur kembali ke tribun oleh aparat kepolisian.

Setelah itu, pendukung PSMS kembali mengejar pendukung PSM sampai ke sisi utara di bawah papan pencatat skor. Akibatnya, pendukung PSM yang terdesak juga menyelamatkan diri melompati pagar turun ke lintasan atletik di utara stadion. Polisi kembali memukul mundur para pendukung PSM dengan tendangan dan pukulan tongkat agar naik kembali ke tribun.

Warna lain yang meningkahi semifinal adalah lambannya tindakan awal aparat keamanan sehingga kerusuhan dan aksi pembakaran bukannya mereda, tetapi justru dilawan para pendukung tim-tim yang bertanding. (bw)

Read more.....

Keempat Tim Akan Tampil Sesuai dengan Karakter Khas

Kamis, 4 Oktober 2001

Kompas/julian sihombing
Jakarta, Kompas

Keempat tim empat besar Liga Bank Mandiri-PSMS Medan, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan PSM Makassar-bertekad akan mempertontonkan permainan terbaiknya di semifinal Liga Bank Mandiri hari Kamis (4/10) ini. Keempat tim juga menjanjikan akan tampil sesuai dengan karakter khas masing-masing yang sudah dikenal para pencinta sepak bola.

Tim "Ayam Kinantan" PSMS berjanji akan tampil seperti yang sudah dikenal dengan permainan kerasnya. PSM atau tim "Juku Eja" berjanji bermain solid dan merata tanpa tergantung dari seorang pemain bintang.

Sementara tim "Bajul Ijo" akan turun dengan
ciri permainan menyerang. Dan tim "Macan Kemayoran" yang difavoritkan menjadi juara akan turun dengan ciri khasnya bermain cantik dan langsung menyerang di menit-menit awal.

Tekad mereka mengemuka saat jumpa pers di Sekretariat PSSI di Jakarta, hari Rabu. Dalam jumpa pers itu hadir Pelatih PSMS Suimin Dihardja, Pelatih Kepala PSM Syamsudin Umar, Pelatih Persebaya Rudy Keltjes, dan Asisten Pelatih Persija Isman Jasulmei yang didampingi kapten Budiman. Hadir juga Sekretaris Jenderal PSSI Tri Goestoro, Bendahara PSSI Irawadi Hanafi, dan Kepala Humas PSSI Eddi Elison.

Menurut jadwal, Presiden Megawati Soekarnoputri diharapkan akan hadir di final hari Minggu nanti untuk menyerahkan Piala Presiden. Tetapi, sampai kemarin petang Tri Goestoro masih belum mendapat konfirmasi kehadiran Presiden.

Juara Liga Bank Mandiri kali ini akan diberikan hadiah Piala Presiden sebagai piala bergilir, dan uang pembinaan Rp 75 juta. Sementara runner-up menerima uang pembinaan sebesar Rp 50 juta.

Untuk pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak masing-masing mendapat Rp 25 juta. Selain itu, PSSI juga akan memberikan hadiah khusus kepada tim terbaik dalam bentuk penghargaan dan uang yang belum ditentukan besarnya.

PSMS "pincang"

Suimin dan kapten PSMS Slamet Riyadi berjanji akan menampilkan permainan terbaik dengan ciri khas keras, tetapi bukan kasar. "Tidak ada jalan lain melawan PSM kecuali tampil habis-habisan. PSMS akan turun dengan kekuatan penuhnya," janji Slamet.

Sedangkan Suimin mengakui kinerja timnya kali ini agak sedikit "pincang" karena ketidakhadiran gelandang M Erwin (30) yang terkena hukuman dilarang main aktif setahun oleh Komisi Disiplin PSSI.

"Absennya Erwin yang dihukum akan mengganggu kinerja tim kami. Tetapi, saya ingatkan, tim lain jangan pernah menganggap enteng kami," kata Suimin.

Suimin juga mengungkapkan ada empat pemain yang cedera, yakni Slamet, Colly Misrun, Marco Maurmada, dan Edu Juanda. "Ada empat pemain kami yang cedera, dan saya harap mereka semuanya pulih dalam waktu dekat ini. Tetapi, untuk tim-tim yang lain, harap diingat bahwa cederanya empat pemain kunci ini tidak akan menurunkan kekuatan kami," tegas Suimin.

PSMS Medan, menurut Suimin, tetap mempunyai karakter kuat walaupun kekuatan timnya berkurang menjadi tersisa 60 persen. PSMS berharap para pemain pengganti yang disiapkan bisa melapis kekurangan yang ada.

"Kami akan tetap menurunkan pemain-pemain kunci itu, tetapi mereka tidak jadi starter. Lihat dulu pemulihan kondisi mereka dalam hari-hari ini," kata Suimin yang mengaku dijanjikan hadiah naik haji oleh pengurus PSMS jika mampu membawa timnya lolos ke final.

Sementara Syamsudin menilai ambisi Manajer Tim Kadir Halid yang ingin mempertahankan gelar-sekaligus mencatat rekor dua kali juara dua kali berturut-turut-sebagai pelecut semangat dirinya dan anak-anak asuhannya. "Semua pemain kami siap dan fit, tidak ada yang cedera. Kami sebagai juara bertahan siap menghadapi permainan keras yang akan dikembangkan PSMS," kata Syamsudin.

Sementara itu, kubu Persebaya dan Persija lebih memilih merendah dan enggan mengungkap strategi. Mereka lebih memilih berbicara mengenai para pendukungnya yang dikhawatirkan akan menimbulkan keonaran.

Kedua tim sudah dipastikan akan kehilangan sejumlah pemainnya karena terkena kartu merah. Persebaya dipastikan akan turun tanpa pemain belakang Agung Setyabudi, sementara Persija tidak bisa memainkan Ebanda Timothe Gillian dan Djoko Kuspito.

"Sebagai pelatih, urusan kami bukan mengurus suporter. Suporter adalah urusan koordinator suporter dan pihak penanggung jawab keamanan. Kami hanya ingin bermain sebaik mungkin untuk menjadi juara. Tetapi, kami imbau para suporter Persebaya jangan membuat onar di Jakarta. Tontonlah dan nikmatilah sepak bola. Jangan buat onar," kata Rudy.

Sementara Budiman hanya berucap singkat, "Persija akan tampil habis-habisan di depan pendukung kami". (bw)

Read more.....

DISIKAT PERSIJA, PSMS PROTES

Tidak puas dengan kepemimpinan wasit Agus Winardi, kubu PSMS Medan yang menyerah 0-3 atas tuan rumah PSMS Medan dalam lanjutan Liga Bank Mandiri di Stadion Lebak Bulus, Rabu (11/8), akan melakukan protes kepada PSSI. Mereka menilai wasit asal Malang itu tidak memimpin secara ‘fair play’, serta patut dicurigai.

”Saya bukan menuduh, tapi kepemimpinan wasit sangat patut dicurigai. Wasit begitu gampang mengeluarkan kartu kuning dan merah buat pemain PSMS, “tackle” sedikit saja langsung prit. Sementara untuk pemain Persija tidak begitu,” kata manajer tim PSMS Medan, Erwin Lubis usai pertandingan.

Akibat tindakan wasit yang dinilai
terlalu berpihak kepada tuan rumah, PSMS berencana mengajukan protes resmi kepada PSSI. ”Wasit bukan hanya berat sebelah, tapi benar-benar sudah memihak Persija. Mau dibawa kemana sepakbola kita kalau mutu wasitnya hancur begitu,” tegas Erwin.

Pertandingan kedua tim berjalan dalam tempo cepat dan keras itu. Karena itu tak heran jika wasit kerap meniupkan peluitnya. Saking kerasnya, wasit pun harus mengeluarkan satu kartu merah untuk pemain PSMS, Edu Juanda pada menit 60. Padahal pemain ini baru dua menit masuk lapangan menggantikan Arnaldo Viralba. Edu diganjar kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Gustavo Chena.

Selain satu kartu merah, wasit juga memberikan empat kartu kuning untuk pemain PSMS yakni, Restu Kartiko, Arnaldo Viralba, Mahyadi Panggabean, dan Adrian Colombo. Sedangkan satu kartu kuning diberikan kepada pemain Persija, Emmanuel Deporras.

Dengan hanya berkekuatan 10 pemain, PSMS yang sudah tertinggal 0-2 karena gol Bambang Pamungkas dan De Porras, sulit menghalau serangan Persija, sampai akhirnya Budi Sudarsono mencetak satu gol tambahan bagi tuan rumah pada menit 75.

Tim Persija Jakarta mengambil-alih pimpinan klasemen Liga Bank Mandiri 2004, setelah menang telak 3-0 atas tamunya PSMS Medan dalam pertandingan lanjutan Liga Bank Mandiri 2004 di Stadion Lebakbulus, Jakarta, Rabu.

Kemenangan Persija tak ayal lagi langsung menempatkan mereka ke posisi puncak klasemen, menggeser Persebaya. Persija mengemas nilai 42 dari 21 kali pertandingan, unggul tiga poin atas Persebaya. Persebaya sendiri kemarin tumbang 0-1 atas tuan rumah Persik Kediri.

Sementara itu dalam pertandingan lainnya, Persikota juga menang 3-0 atas tamunya Persipura di Stadion Benteng. Kemenangan serupa diraih pula oleh tuan rumah Persib yang sukses menggasak PSM Makassar 3-0 di Stadion Siliwangi.

Di Sleman, tuan rumah PSS menekuk PKT Bontang 2-0. PSS Mengemas nilai 36 dan berada di posisi keempat, satu tingkat di bawah PSM yang mengantongi nilai 39. Sedangkan di Semarang, Deltras menahan imbang tuan rumah PSIS 2-2. (kst) Sinar Harapan

Sumber: psmsmedan.multiply.com

Read more.....

Persijap Paksa Persija Telan Kekalahan Telak

M Yasir bermain cemerlang di pertandingan ini untuk mementahkan peluang yang diperoleh Persija.
Oleh Donny Afroni
Persijap Jepara berhasil bangkit dari ketertinggalan ketika menggasak Persija Jakarta 4-1 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Selasa [22/3], dalam lanjutan Superliga Indonesia 2010/11.

Kemenangan itu tidak mengubah posisi Persijap di klasemsen sementara. Laskar Kalinyamat tetap berada di peringkat
13 usai mengoleksi poin 17 dari 17 pertandingan yang telah dijalani.

Begitu juga dengan Persija yang tetap di posisi kedua. Tim Macan Kemayoran mengumpulkan poin 32. Raihan angka Persija sama dengan Persisam Samarinda, namun tim besutan Rahmad Darmawan ini unggul selisih gol. Bagi Persija, ini merupakan kekalahan telak pertama yang diraih Persija pada musim ini.

Sukses ini mempunyai arti tersendiri bagi Alberto 'Beto' Goncalves. Pasalnya, laga melawan Persija merupakan kali pertama Beto mencetak gol bersama Persijap. Di pertandingan ini, Beto melesakkan dua gol. Persijap juga patut berterima kasih kepada kiper M Yasir yang bermain cemerlang untuk mementahkan sejumlah peluang emas milik Persija.

Dalam pertandingan ini, Persija sebetulnya mendominasi permainan dibandingkan tuan rumah. Pelatih Persijap Suimin Diharja menerapkan skema bertahan sambil sesekali melakukan serangan balik. Suimin juga menempatkan ujung tombak Johan Juansyah sebagai gelandang. Namun skema itu dapat berjalan baik.

Laga berjalan sembilan menit, Greg Nwokolo sudah menebarkan ancaman. Tapi tendangan keras striker Persija itu dari luar kotak penalti masih bisa dibendung M Yasir.

Upaya Persija untuk unggul lebih dulu membuahkan hasil pada menit ke-23. Greg yang menusuk dari sisi kanan pertahanan Persijap berhasil masuk ke dalam kotak penalti, dan memberikan umpan kepada Agu Casmir, yang langsung menceploskan bola ke gawang M Yasir.

Tertinggal satu gol, Persijap berusaha bangkit. Serangan balik cepat dikembang tim tuan rumah untuk membongkar pertahanan lawan. Persijap mendapat peluang ketika Gendut Doni melepaskan tendangan keras, namun bola dapat ditepis Hendro Kartiko.

Publik tuan rumah akhirnya bersorak kegirangan ketika tandukan Evaldo Silva memanfaatkan umpan Jose Sebastian di menit ke-29 menyamakan kedudukan. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Persija tetap menerapkan permainan agresif. Kecemerlangan M Yasir mementahkan peluang yang diperoleh tim tamu di awal babak kedua. Pada menit ke-53, M Yasir berhasil memblok tendangan Greg.

Keasyikan menyerang, Persija lengah di pertahanan. Persijap berbalik unggul melalui gol Beto pada menit ke-61 menyambut bola muntah tendangan Rizky Novriansah.

Persija mencoba memberikan respon. Selang tujuh menit kemudian, tim Macan Kemayoran mendapat peluang melalui Bambang Pamungkas yang lepas dari jebakan off-side. Bambang yang sudah berhadapan dengan M Yasir gagal menyelesaikannya dengan baik, karena kiper Persijap itu berhasil memblok tendangannya.

Pada menit ke-82, Persijap memperbesar keunggulan lewat gol Rizky memanfaatkan bola muntah tendangan Johan Juansyah dari luar kotak penalti. Gol Beto pada masa injury time memastikan Persijap memetik kemenangan 4-1.


Sumber: goal.com

Read more.....

Persija dan Persib sama-sama kehilangan pemain kunci


Derby D'Indonesia tinggal beberapa jam lagi akan dilangsungkan di Stadion Si Jalak Harupat, Jumat (18/3/2011) ini. Dalam "Big Match" yang selalu panas ini, kedua tim tampaknya harus kehilangan beberapa pemain pilarnya. Di kubu Persija, Eric Arsene Bayemi, Agu Casmir dan Ismed Sofyan diragukan dapat tampil. Coach Rahmad Darmawan masih akan melihat kondisi ketiga pemain tersebut hingga jelang laga nanti.

Eric Bayemi mengalami cedera pada engkelnya saat menghadapi Persiba pada pertandingan sebelumnya. Dalam pertandingan yang sama, Agu Casmir juga mengalami cedera saat merayakan selebrasi golnya dengan bersalto ria. Kehilangan beberapa pemain penting tentu membuat Coach Rahmad Darmawan harus memutar otak untuk mencari formasi terbaiknya.

Beruntung masih ada...
Toni Sucipto yang berhasil memainkan peran Eric Bayemi saat bentrok dengan Persiba di Senayan kemarin. Tanpa Agu Casmir, Persija masih memiliki Aliyudin untuk diduetkan dengan Bambang Bepe Pamungkas. Tentu saja jika Bayemi dan Agu bisa diturunkan akan lebih memudahkan Coach RD untuk merancang strategi.

Sementara Persib juga kemungkinan bakal tampil dengan tanpa Christian "El Loco" Gonzales yang kabarnya masih mengalami cedera betis. Begitu pula bomber Persib lainnya, Hilton Moriera, yang terkena hukuman akumulasi kartu. Walaupun dalam sesi latihan terakhir Gonzales sudah mulai ikut berlatih namun Pelatih Persib Daniel Roekito telah menyiapkan Rahmat Afandi dan Airlangga Sucipto untuk mengisi posisi striker.

Read more.....

Babak ke 2: Persija hajar Persiba 5-1 di Gelora Bung Karno

Persija langsung menyerang di awal babak kedua. Kali ini Persija lebih variatif dalam serangan. Namun justru Persiba yang lebih dulu membahayakan gawang Hendro Kartiko lewat tendangan bebas Aldo Bareto. Beruntung tendangannya masih melayang di atas gawang.

Pelatih Persiba memasukkan Edi Gunawan untuk menggantikan Trias Budi Santoso di menit 53 untuk memperkuat lini tengahnya.

Pada menit 55, M Ilham yang menusuk dari sisi kiri berusaha mengumpan ke tengah. Namun umpannya dipotong oleh Milo Dadic yang justru menjebol gawang Galih Sudaryono. Skor 2-1 untuk Persija.

Persiba coba bangkit. Lewat Asri Akbar di menit 56 yang melepas tendangan keras dari luar kotak penalty namun masih melebar.

Ilham nyaris membuat gol di menit 58 ketika
Greg yang menerobos sisi kanan pertahanan Persiba berhasil mengirim umpan mendatar ke arah M. Ilham. Sayang tendangan M.Ilham masih melebar tipis di sisi kiri gawang.

Di menit 60, Agu Casmir mencetak gol setelah menerima matang dari Greg. Walau Iqbal Samad sudah berusaha melakukan takle namun tidak berhasil menggagalkan upaya Agu untuk menceploskan bola. Sayangnya selebrasi gol yang dilakukan Agu Casmir agak berlebihan sehingga ia mengalami cedera pada engkelnya. Akibatnya, Agu langsung ditarik keluar oleh coach Rahmad Darmawan dan digantikan oleh Aliyudin pada menit ke 64.

M.Ilham menunjukkan permainan yang sangat cantik sepanjang permainan. Salah satunya ketika ia meliuk-liuk melewati beberapa pemain Persiba sebelum ditekel keras dari belakang oleh Aldo.

Di menit 67, Bepe yang sudah berada bebas di sisi kanan pertahanan Persiba gagal memanfaatkan umpan silang dari M.Ilham. Tendangannya masih melebar di sisi kanan gawang lawan.


Persiba coba menyerang dengan serangan balik di 69 namun umpan jauh De Jong ke Khairul Amri masih mentah di kaki bek persija.

Menit 72, M.Ilham kembali melakukan aksi brilliant. Menusuk dari tengah kemudian menerobos pertahanan Persiba dan melepas tembakan karas sedikit di luar kotak penalty tanpa dapat di halau oleh kipper Persiba. Skor 4-1 untuk Persija.

Pelatih Persiba mencoba memperbaiki system pertahanannya dengan memasukkan gelandang bertahan, Jefry Dwi Hadi yang masuk menggantikan Asri Akbar di menit 74.

Persiba bukannya tidak pernah mengancam gawang Persija. Tusukan Sultan Samah di menit 74 dari sisi kanan gawang Hendro masih di bisa diblok dan bola muntah langsung dibuang Amarzukih yang bermain cukup baik.

Aliyudin yang sudah berhadapan langsung dengan kipper gagal menceploskan bola setelah placing bolanya berhasil dihalau oleh Galih Sudaryono di menit 77.

Pemain Persiba tampak mulai frustrasi dan pada menit 78 Aldo Bareto mendapat hadiah kartu kuning dari wasit asal Malaysia setelah melanggar Toni Sucipto dengan keras.

Persiba masih mencoba memperbaiki penampilan dengan memasukkan Eki Nurhakim menggantikan Khairul Amri pada menit 79. Namun tampaknya Persija sudah terlanjur di atas angin.

Di menit 81, tendangan keras Greg dari dalam kotak penalty masih berhasil ditepis Galih Sudaryono yang sebenarnya bermain cukup baik. Greg melepaskan tendangan setelah berhasil melewati dua orang pemain Persiba dengan aksi individunya.

Kiper Persiba kembali harus bekerja keras menghalau serangan ketika Oliver Makor melepaskan tendangan kerasnya dari luar kota penalty di menit 84.

Unggul 4-1 tidak membuat pelatih Persija berpuas diri. Menit 84, Oktavianus dimasukkan untuk menggantikan M.Ilham yang sepertinya sudah mulai kehabisan tenaga.

Belum lama masuk lapangan, Oktavianus nyaris mencetak gol. Sayang, di menit 88 dia gagal memanfaatkan umpan manis dari Greg yang bermain sangat luar biasa.

Aliyudin akhirnya melengkapi pesta gol Persija setelah di menit 90 berhasil mencocor bola di depan gawang. Kembali Greg menjadi momok bagi pertahanan Persiba setelah menyisir sisi kanan gawang sebelum memberi umpan matang pada Aliyudin. 

Dengan hasil ini Persija kini naik ke posisi tiga klasemen sementara dengan nilai 29 dari hasil 9 kali menang, 2 kali seri dan 4 kali kalah.

Read more.....

Update Skor Babak 1, Persija-Persiba 1-1

Persija langsung membuka serangan di menit pertama melalui Greg yang menyisir sisi kiri tapi belum berhasil menembus pertahanan lawan.
Akhirnya Persija membuka skor lewat Bambang Pamungkas di menit 9 yang memanfaatkan umpan Ilham. 1-0 untuk Persija
Pada menit 20 kembali Greg coba mendobrak dari tengah tapi keburu ditekel de jong dari belakang.
Menit 21, Bayemi harus keluar dan diganti
Toni Sucipto karena mengalami cedera engkel.
Bepe sempat mencoba tembakan jarak jauhnya dari luar kotak penalti di menit 26 tapi masih melayang diatas gawang Galih Sudaryono.
Justru serangan balik Persiba di menit 27 melalui Aldo Bareto berujung gol setelah sebelumnya Ambrizal gagal mengantisipasi bola silang. Skor 1-1.
Menit 33 Makor seharusnya dapat membawa Persija unggul namun ia gagal memanfaatkan umpan silang mendatar dari greg walau sudah di berada di depan gawang.
Upaya Greg di menit 38 juga masih melebar. Begitu pula upaya dari Makor di menit 40.
Satu hal yang menarik adalah hadirnya Gugun Gondrong di pinggir lapangan bersama sejumlah pendiri The JakMania untuk memberikan dukungan kepada para pemain.

Read more.....

Persib-Persija bakal Tanpa Penonton

Penggemar fanatik Persib dan Persija tampaknya kembali harus rela menonton kesebelasan favoritnya berlaga hanya melalui layar kaca. Partai sarat gengsi dan salah satu partai klasik di Liga Indonesia ini tampaknya kembali akan sulit mendapatkan izin pertandingan kecuali jika digelar tanpa penonton.

Pertandingan yang menurut sekretaris panitia penyelenggara Persib Budhi Bram, kemungkinan besar akan digelar di
Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kab Bandung itu tampaknya tidak bisa dihadiri oleh penonton. Kendala utama bagi panpel adalah izin dari pihak kepolisian mengingat partai tersebut akan mempertemukan dua kesebelasan yang sama-sama memiliki supporter fanatik namun tidak pernah akur.

Panpel sendiri masih menunggu kepastian izin dari kepolisian terkait laga “Big Match” ini. Budhi Bram juga berharap PSSI sebagai induk organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia bisa membantu tim terkait izin. "PSSI dengan kekuatannya harus turun tangan soal izin pertandingan klub-klub, bukan malah sebaliknya mempertanyakan hal tersebut kepada kami, inikan terbalik." tandasnya.

Budhi Bram juga menyatakan tipisnya kemungkinan izin akan dikeluarkan untuk pertandingan dengan penonton. Walaupun sebenarnya digelar di stadion yang cukup representatif dan bisa menampung bobotoh dalam jumlah besar.

Jika memang partai Persib-Persija kembali akan digelar tanpa penonton, ini bukanlah yang pertama kalinya bagi Persib. Kerusuhan baik di dalam maupun di luar stadion yang sudah seringkali terjadi saat Persib berlaga membuat pihak kepolisian amat berat mengeluarkan izin. Apalagi jika lawan yang dihadapi Persib adalah “musuh” bebuyutan seperti Persija.

Sulitnya mendapatkan izin pertandingan juga bukan hanya dialami panpel Persib. Klub-klub yang supporternya suka bikin keributan seperti Persija dan Persebaya juga bernasib sama. Bahkan beberapa kali mereka terpaksa menjalani partai usiran alias harus bertanding di kota lain.

Namun walaupun sudah ada sanksi dari PSSI dan juga kepolisian, tampaknya semua itu belum cukup juga membuat supporter yang suka rusuh menjadi kapok.

Read more.....

ANTV Tambah Dua Kamera Di Putaran Kedua


Stasiun televisi swasta antv akan menambah jumlah kamera di setiap tayangan langsung pertandingan putaran kedua Superliga Indonesia 2010/11. Penambahan kamera ini juga untuk memanjakan penonton Superliga

Produser olahraga antv Yusuf Ibrahim mengatakan, dua kamera tambahan itu akan ditempatkan untuk
mengetahui posisi off-side pemain yang selama ini kerap menjadi kontroversi di pertandingan Superliga.

“Mulai putaran kedua nanti, kami akan menambah dua kamera untuk off-side. Permasalahan utama dari ketidakpuasan tim-tim di Liga Super adalah banyaknya off-side yang tidak terlihat oleh wasit,” ujar Yusuf.

“Kami sebagai satu-satunya official broadcast Superliga berusaha menjawab rasa penasaran itu dengan tambahan dua kamera. Ini memang tidak mengubah hasil akhir pertandingan, tapi sebatas untuk pendidikan kepada masyarakat dan tim itu sendiri untuk menilai sebuah pertandingan.”

Mengenai adanya tayangan langsung Liga Primer Indonesia [LPI] di dua stasiun televisi lainnya, Yusuf mengatakan pihaknya tidak terlalu khawatir. Untuk saat ini, Yusuf menilai tayangan langsung LPI belum merupakan gangguan.

Sumber: goal.com

Read more.....

Jason De Jong Debut Lawan Persija

Jason De Jong (flickrdotcom)
De Jong langsung terbang ke Mongolia untuk membela Filipina dua hari setelah memperkuat Persiba.

Gelandang anyar Persiba Balikpapan Jason De Jong tetap akan menjalani debutnya bersama tim Beruang Madu saat berhadapan dengan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam pertandingan perdana putaran kedua mereka di Superliga Indonesia 2010/11 pada 13 Maret nanti.

Saat ini, agen De Jong, Jules Onana, sedang berusaha menyelesaikan urusan international transfer certicicate [ITC] untuk mendapatkan izin kerja agar De Jong bisa diturunkan pada pertandingan nanti.

Manajemen Persiba berharap De Jong dapat dimainkan setelah pengurusan ITC-nya selesai. Manajemen tetap merasa yakin De Jong bisa diturunkan, kendati dua hari kemudian harus memperkuat Filipina melawan Mongolia di Ulan Bator untuk menjalani leg kedua AFC Challenge Cup.

Tenaga De Jong dibutuhkan untuk menambah kekuatan Filipina, mengingat mereka bakal tidak diperkuat empat pemain pilar. Kemenangan 2-0 yang diraih di leg pertama dianggap belum aman oleh pelatih Filipina Michael Weiss.

“Untuk pertama kalinya saya bermain bersama tim. Saya merasa senang, karena bisa bermain di banyak pertandingan. Tapi saya akan selalu siap jika Azkals membutuhkan saya. Setiap Azkals bermain, saya pasti akan datang,” kata De Jong dilansir ABS-CBNnews.

Sumber: goal.com/DonnyAfroni
Foto: flickr.com

Read more.....

Persema Mantap Beralih ke LPI

Sejak awal Persema mengaku tertarik dengan konsep LPI yang berorientasi pada klub.

Pemain Persema Bima Sakti dibayangi oleh pemain Sriwijaya Zah Rahan (kanan) (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)
Ketua Umum Persema yang juga menjabat sebagai Wali Kota Malang, Peni Suparto menegaskan, bahwa timnya lebih mantap mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI).

Suparto menilai, jika suatu tim ikut dalam kompetisi yang bagus, maka akan
menghasilkan prestasi yang bagus pula.

"Saya lebih mantap ke LPI, dan menurut saya PSSI akan lebih bijak menilai suatu tim jika memang tim itu bisa berprestasi lebih bagus," kata Suparto saat ditemui di GOR Ken Arok, Kota Malang.

Rencananya, Suparto akan mendaftarkan tim intinya yang saat ini ditangani pelatih asal Jerman, Timo Scheuneman ke LPI dalam waktu dekat. "Nantinya yang di LPI bukan Persema FC maupun Persema U-21, melainkan tim Persema Malang," katanya.

Sementara terkait ancaman dari PSSI bagi tim Indonesia yang mengikuti LPI, Suparto menegaskan tidak akan gentar. "PSSI pastinya akan bijak dalam menyikapi tim yang berjuang untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi," katanya.

Sebelumnya, Persema U-21 telah mengikuti laga pra musim LPI yang diadakan di Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Suparto menjelaskan, bahwa dirinya memang sejak awal mengaku tertarik dengan konsep LPI yang berorientasi pada klub. "Jika mengikuti LPI, klub tidak akan menguras dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)," katanya. (sj)

Laporan: Malik Ibrahim | Malang
• VIVAnews

Read more.....

Maman: Lini Belakang Persija tak Fokus

JAKARTA, KOMPAS.com - Asisten pelatih Persija Jakarta, Maman Suryaman, menilai lini belakang timnya kurang konsentrasi saat dikalahkan Persipura Jayapura 0-2, Selasa (16/3/2010) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Persija bermain buruk melawan Persipura. Bambang Pamungkas dan kawan-kawan sebenarnya mampu mendominasi pertandingan, namun tiap kali diserang balik Persipura, "Macan Kemayoran" selalu kewalahan.

Dua gol Persipura yang dicetak Boaz T Salossa dan Alberto Gancalvez lahir melalui serangan balik yang mematikan.

"Kami tampil di bawah form. Lini belakang kurang konsentrasi. Saya harap ini menjadi evaluasi bagi kami," kata Maman seusai pertandingan.

Ketidakhadiran gelandang Firman Utina juga menjadi salah satu penyebab utama kekalahan "Macan Kemayoran". Firman harus absen di pertandingan ini karena akumulasi kartu kuning.

"Ketidakhadiran Firman juga menjadi penyebab utama. Dia adalah penghubung antarlini," ungkap Maman.

Meski kalah, Maman tetap optimistis Persija masih mampu merebut gelar juara Liga Super Indonesia. "Jalan masih panjang. Pertandingan kandang kami masih banyak. Kami masih optimistis untuk juara," lanjut Maman.

C3-10
Editor: lou

Read more.....

Persija Menyerah dari Persipura 0-2

JAKARTA, KOMPAS.com - Persija Jakarta menyerah 0-2 dari tamunya Persipura Jayapura dalam kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2009/2010 di Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (16/3/2010). Gol kemenangan Persipura dicetak oleh strikernya Alberto Goncalves pada menit 15 dan Boaz Salossa pada menit 21.

Tim Macan Kemayoran yang tidak mau malu di kandang langsung memberikan perlawanan yang sengit ke pertahanan Persipura. Hasilnya Bambang Pamungkas langsung mengancam namun berhasil ditahan oleh Jendry Pitoy.

Persipura tidak tinggal diam dan terus menekan. Akibat kesalahan lini belakang pemain Persija Baihaki Khaizan, Alberto Goncalves pada menit 15 mampu mengecoh kiper M. Yasir dan merubah kedudukan menjadi
0-1 untuk tim Mutiara Hitam itu.

Unggul 1-0 membuat anak asuh Jacksen F Tiago terus menggempur pertahanan Persija. Hasilnya Boaz Salossa pada menit 21 menambah keunggulan Persipura menjadi 2-0.
Tertinggal 2-0 membuat anak asuh Benny Dolo meningkatkan serangan. Hanya saja hingga babak pertama usai kedudukan tetap 0-2 untuk Persipura.

Memasuki babak kedua tim Macan Kemayoran kembali menekan pertahanan Persipura yang dikawal oleh Jack Komboy. Hanya saja belum mampu menciptakan gol. Mendapatkan dukungan penuh dari suporter membuat pemain Persija berusaha semaksimal mungkin menciptakan peluang. Karena kuatnya pertahanan Persipura bolapun tidak sampai gawang Jendry Pitoy.

Persipura juga memberikan perlawanan. Beberapa peluang menambah gol terus terjadi. Namun demikian penjaga gawang Persija M. Yasir mampu menahannya. Hingga wasit Djunaedi Effendy meniup peluit panjang kedudukan tetap 0-2 untuk kemenangan Persipura Jayapura.

Susunan pemain:

-Persija: M. Yasir (kiper), Abanda Herman, Baihaki Khaizan, Aris Indarto, Ismed Sofyan (kapten), Erick Setiawan, Fahruddin Mustafic, Agus Indra/Musafry, Bambang Pamungkas/Salim Alaydrus, Emalue Serge.

-Persipura: Jendry Pitoy (kiper), Tang Tian, Ricardo Salampessy, Kamasan Jack Komboy, Gerald Pangkaly, Ortizan Salossa, Eduard Ivakdalam (kapten)/Stevie Bonsapia, Ian Louis Kabes, Boaz Salossa, Yustinus Pae, Alberto Goncalves/Qu Ceng.

WAH
Editor: wah


Read more.....

PR untuk Bendol di Putaran Kedua

Mohammad Resha Pratama - detiksport



Jakarta - Persija menang 1-0 saat menjamu Persela. Meski Persija meraih poin penuh, pelatih Benny Dollo menemukan masalah yang hendak dia benahi di putaran kedua nanti guna menjaga dan memperbaiki posisi. Apa?

Dalam laga yang dihelat di Gelora Bung Karno, Rabu (3/2/2010), Persija yang bertindak sebagai tuan rumah justru lebih banyak ditekan oleh Persela di babak kedua. Beberapa kali pemain Persela di bawah komando Samsul Arif membahayakan gawang M Yasir.

Untungnya keunggulan di babak pertama melalui gol tunggal Alliyudin mampu dipertahankan hingga 90 menit laga berakhir. Bendol, sapaan Benny Dollo, mengakui timnya memang kurang greget di paruh kedua.

"Babak kedua saya akui Persela lebih menguasai jalannya laga. Ini karena banyak pemain kami yang terkena cedera. Bisa saja Persela mencetak gol untuk mencuri poin atau memenangkan laga itu," tukas Bendol kepada wartawan usai laga.

Dari kondisi di atas Bendol mengakui memang ada ketimpangan antara skuad inti dan cadangan di Persija. Ini benar-benar terlihat setelah Bambang Pamungkas, Leo Tupamahu dan Agus Indra ditarik keluar karena disinyalir menderita cedera di tengah laga. Hal itulah yang akan menjadi pekerjaan rumah (PR) buat Bendol.

"Saya rasa skuad kami terlalu timpang kualitasnya. Masih banyak pemain muda yang belum bisa mengimbangi seniornya. Hal inilah yang akan kami evaluasi untuk paruh kedua musim ini," lugas mantan pelatih timnas itu.

Kemenangan ini mengangkat posisi juara Liga Indonesia 2001 itu ke posisi empat dengan 27 poin dari 17 laganya. Catatan ini terbilang apik mengingat Persija sempat terlempar ke zona merah di awal musim.

"Kita ingin menjaga posisi kita dengan tim di atas dan itu bisa kami lakukan saat ini. Namun hasil di akhir putaran pertama sekarang tak begitu penting, yang penting adalah di akhir putaran kedua nanti," demikian Bendol.

( krs / arp )


Read more.....

The Jakmania Diperkenankan Hadir


VIVAnews - The Jakmania sudah bisa bernapas lega. Sebab, suporter yang identik dengan warna oranye itu sudah diperbolehkan untuk mendampingi Persija saat bertemu Persisam Samarinda dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010, Minggu 24 Januari 2010.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija, Wargo Hartoyo, pihaknya telah mengantongi izin pertandingan lawan Persisam. Surat izin ini juga telah diberikan kepada PT Liga Indonesia.

"Izin untuk pertandingan lawan Persisam, 24 Januari 2010, sudah beres. Pertandingan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan kami sudah menyerahkannya ke pihak PT Liga," kata Wargo saat dihubungi VIVAnews, Kamis 21 Januari 2010.

The Jakmania sebelumnya harus kecewa. Pasalnya, derby Jakarta antara Persija lawan Persitara digelar tanpa penonton. Beruntung, duel ini berakhir dengan kemenangan Persija 3-0.

"Lawan Persitara itu beda. Saat itu personel kepolisian kekurangan orang karena ada kegiatan yang lain. Kalau ada apa-apa, kan pihak kepolisian bisa kewalahan," kata Wargo.

"Jakarta juga kan barometer bangsa. Jadi kalau sampai terjadi kerusuhan, negara yang malu. Namun, saat lawan Persisam pihak kepolisian sudah memberikan izin untuk kehadiran penonton," pungkasnya.

Duel lawan Persisam merupakan laga kedua dari lima partai home yang akan dilakoni Persija secara beruntun musim ini. Setelah duel ini, Persija kembali akan menjamu Bontang FC (27 Januari), Persijap (30 Januari) dan Persela (1 Februari).


Read more.....

Aji: Macan Kemayoran Masih Labil

Preview Persija vs Persisam


VIVAnews - Persija Jakarta sukses mendulang kemenangan besar saat menjamu Persitara Jakarta Utara pada lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010. Namun, hasil ini tidak membuat gentar Persisam Samarinda yang akan menjadi lawan Macan Kemayoran, Minggu 24 Januari 2010.

Persija mengalahkan Persitara tiga gol tanpa balas di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Rabu lalu. Tiga gol yang tercipta diborong oleh striker Talaohu Abdul Mushafry.

Pelatih Persisam, Aji Santoso saat dihubungi VIVAnews mengaku tidak terpengaruh dengan kemenangan tersebut. Sebab menurutnya, penampilan tim ibu kota itu masih labil.

"Persija memang punya sederet pemain timnas. Mereka juga baru saja menang lawan Persitara. Namun saya yakin pertandingan nanti masih ramai, sebab Persija juga masih labil," kata Aji.

Penampilan Persija pada ISL 2009/2010 memang tidak stabil. Meski diperkuat sederet pemain nasional, Macan Kemayoran belum juga mampu bersaing menuju papan atas. Hingga pertandingan ke-13, Persija masih berada di urutan ke-14 klasemen sementara ISL dengan koleksi 17 poin.

Meski demikian, Aji mengaku tidak mudah bagi timnya untuk memetik poin di SUGBK nanti. Sebab, Elang Borneo yang dipimpinnya juga sedang tidak komplet.

Bek tangguh sekaligus sang kapten, Hamka Hamzah dipastikan absen karena akumulasi kartu. Sedangkan Usep Munandar tidak dalam kondisi prima dan masih berkutat dengan cedera hamstring.

"Kami akan menyiapkan pengganti untuk pemain-pemain yang absen," kata mantan pemain nasional itu.

Persisam sendiri rencananya tiba di Jakarta hari ini. Zaenal Arif cs akan menginap di Hotel Century, Senayan, Jakarta. Dalam turnya ke ibu kota, Persisam akan membawa 20 pemain.


Read more.....

Persebaya Terancam Denda Rp 250 Juta


JAKARTA, Kompas.com - Manajemen Persebaya Surabaya terancam denda Rp 250 juta lantaran pendukung fanatik Persebaya selalu menyanyikan lagu bernada pelecehan terhadap pendukung atau suporter tim lain. Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Hinca Pandjaitan mengatakan, pihaknya akan mengenakan denda Rp 250 juta jika dalam hukuman percobaannya selama satu musim kompetisi, pendukung atau suporter Persebaya sekali lagi menyanyikan lagu-lagu yang kalimatnya melecehkan pendukung tim lain.

"Denda Rp 250 juta itu efektif akan ditanggung manajemen Persebaya jika pendukungnya dalam hukuman percobaan selama satu musim kompetisi tahun ini masih menyanyikan lagu-lagu yang bernada melecehkan pendukung tim lain," ungkapnya usai sidang Komdis di Sekretariat PSSI, Kamis ((21/1/10) malam.

Menurut Hinca, federasi sepak bola internasional mengecam tindakan bersifat rasis. Karena itu, PSSI juga akan mengambil langkah yang serupa di kompetisi Liga Indonesia.

Dalam pertandingan Persebaya menjamu Arema Malang tanggal 16 Januari lalu, pendukung Persebaya, diakui Hinca, menyanyikan lagu-lagu yang melecehkan pendukung lain. "Itu sudah masuk dalam rana rasisme, makanya kita beri hukuman percobaan berupa denda Rp 250 juta. Denda itu akan berlaku jika dalam satu musim kompetisi tahun ini ada nyanyian yang bernada rasis dari suporter Persebaya," urainya.

Hinca juga menambahkan, akibat dalam pertandingan tandang pendukung Persebaya selalu berbuat onar, maka Komdis juga memberi sanksi larangan bagi tim Persebaya selama dua tahun tidak boleh menghadirkan pendukungnya di lanjutan kompetisi Liga Super Indonesia, saat bertanding di luar kota Surabaya, serta denda sebesar Rp 20 juta bagi manajamen Persebaya.

"Dengan kata lain, jika Persebaya melakukan pertandingan away atau tandang, maka suporter Persebaya dilarang hadir di stadion untuk mendukung Persebaya," tuturnya.

Selain itu, tambah Hinca, kubu Persebaya juga harus mengganti kerugian akibat pelemparan bus yang mengangkut pemain Arema di pertandingan tanggal 16 Januari lalu, sebesar Rp 5 juta.

Selain Persebaya, Komdis juga memberikan sanksi kepada panpel Arema. Hinca mengatakan, panpel Arema harus menanggung sanksi denda Rp 50 juta serta sanksi satu kali pertandingan Arema tanpa penonton.

"Sanksi ini kami berikan saat Arema Malang menjamu Persema Malang di pertandingan tanggal 10 Januari lalu di Stadion Kanjuruhan Malang. Waktu itu penonton membludak sampai tepi lapangan, jelas ini mengganggu kenyamanan dan keamanan tim tamu," paparnya.

ORO


Read more.....

Musyafrie Hat-trick, Persija Naik Dua Tangga



JAKARTA, KOMPAS.com - Penyerang Persija Jakarta, Talaohu Abdul Musyafrie, mencetak tiga gol (hat-trick) yang mengantar timnya menang 3-0 atas Persitara Jakarta Utara, dalam duel lanjutan Liga Super Indonesia, di Gelora Bung Karno, Rabu (20/1/2010). Hasil ini mendongkrak posisi Persija dari peringkat ke-16 ke posisi ke-14.

Kesuksesan Musyafrie tidak lepas dari performa Persija yang mendominasi permainan sepanjang laga. Bermodal penguasaan bola dan permainan sayap, mereka rajin melancarkan ancaman ke lini pertahanan Persitara, terutama dari sektor kanan. Setelah menunggu hingga menit kedelapan, Musyafrie membuka rekening golnya. Memanfaatkan umpan silang Ismed Sofyan dari sisi kiri pertahanan Persitara, Musyafrie mengirim bola masuk ke gawang Persitara.

Unggul 1-0, Persija semakin agresif melakukan tekanan. Di menit kesepuluh, penyerang Bambang Pamungkas nyaris menggandakan keunggulan. Sayang, sepakannya masih melenceng dari sasaran.

Gempuran Persija memaksa Persitara mengendurkan usaha penyerangan dan mulai memperbaiki pertahanan. Namun, usaha ini hanya efektif hingga menit ke-28, saat Musyafrie mencetak gol keduanya. Kali ini, Musyafry sukses membobol gawang Persitara, berkat umpan Aliyudin.

Di menit ke-30, Persitara berhasil menciptakan ancaman serius ke gawang Persija melalui Kabir Prince Bello. Sayang, eksekusinya melenceng ke sisi kiri gawang Persija.

Meski gagal, upaya Bello mendongkrak semangat tempur Persitara. Sayang, meski mampu menghindari ancaman gol Persija, mereka gagal mencetak gol hingga peluit turun minum berbunyi.

Memasuki babak kedua, Persija kembali berusaha mengambil alih pertandingan dan berhasil. Namun, kali ini, Persija tak mudah mengobrak-abrik pertahanan Persitara. Setidaknya hingga menit ke-60, mereka nyaris tak membuat ancaman berarti bagi gawang Persitara.

Di tengah segala kebuntuan itu, Musyafrie kembali tampil memecah kebuntuan dengan sepakan yang mengoyak gawang Persitara di menit ke-72. Memanfaatkan umpan silang Bambang Pamungkas, Musyafrie melesakkan bola ke gawang Persitara.

Persija nyaris menambah dua gol lagi melalui Bambang Pamungkas di menit ke-75 dan ke-78. Sayang, tak satu pun sepakannya mengancam gawang Persitara. Persija pun terpaksa puas menyaksikan dominasinya hanya membuahkan kemenangan 3-0. (*)

TUR


Read more.....

Yel Provokatif, Wasit Berhak Hentikan Pertandingan


JAKARTA, Kompas.com - CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono mengatakan, wasit yang bertugas memimpin pertandingan di kompetisi Liga Super Indonesia bisa menghentikan pertandingan jika mendengar cemohan suporter tim yang sifatnya menghasut permusuhan dengan suporter lain atau provokatif.

"Kami dari PT Liga Indonesia tidak ingin masalah rasisme berkembang di tengah kompetisi Liga Super Indonesia," ungkapnya di kantor Liga Indonesia yang ada di bilangan Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (19/1/10).

Menurutnya, wasit sudah diberi masukkan untuk segera menghentikan pertandingan jika mendengar ada nada benci yang ditujukan kepada pendukung suporter lain. "Jika ada pertandingan Persebaya melawan Persela, tetapi suporter pendukung Persebaya meneriakkan yel-yel yang berbau kebencian kepada pendukung kesebelasan Arema, padahal yang bertanding Persebaya menjamu Persela, umpamanya, nah wasit segera menghentikan pertandingan dan meminta agar tidak lagi ada teriakkan yang bernada membenci pendukung lain," paparnya.

Yel-yel yang berbau rasis, diakui oleh Joko, merupakan satu pelanggaran yang tidak dibenarkan oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). "Untuk itulah, kami ingin membersihkan rasisme di kompetisi Liga Indonesia," tandasnya.

Diakuinya, yang dinilai rasisme di sepak bola Indonesia itu adalah upaya yang menghasilkan kebencian kepada pihak lain. "Bisa saja kebencian itu ditujukan kepada pemain, perangkat pertandingan atau pun kelompok suporter lain," jelasnya.

Selain masalah rasisme yang mendapat perhatian utama, PT Liga Indonesia juga mengingatkan kepada kelompok suporter agar tidak lagi meneriakan yel-yel yang ditujukan kepada kelompok suporter lain.

"Jika ini tetap dilakukan, saat klub kebanggaan mereka akan bertanding dengan tim yang suporternya tak disukai, maka polisi pun akan enggan memberikan izin pertandingan tersebut karena khawatir akan terjadi keributan antarsuporter yang juga akan mengganggu jalannya pertandingan," urainya.

ORO


Read more.....

10 PEMAIN TERMAHAL DJARUM ISL 2009

No
Nama
Klub
1
DANILO FERNANDO BUENO DE ALMEIDA
PERSISAM SAMARINDA
2
RONALDO DAIAN FAGUNDEZ OLIVERA
PERSISAM SAMARINDA
3
TSIMI JACQUES JOEL
PERSISAM SAMARINDA
4
BOAZ T.E. SALOSSA
PERSIPURA
5
ALBERTO GONCALVES DA COSTA
PERSIPURA
6
FRANSISCO ALDO BARRETO MIRANDA
BONTANG FC
7
CHRISTIAN GONZALES
PERSIB BANDUNG
8
HAMKA HAMZAH
PERSISAM SAMARINDA
9
NGON A DJAM CLAUDE PRAFAIT
PERSEBAYA
10
LOPEZ VENEGAS JULIO GABRIEL
PERSIBA BALIKPAPAN

Read more.....
 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Powered by    Login to Blogger