Tampilkan postingan dengan label Persija. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persija. Tampilkan semua postingan

Macan Kemayoran raih satu poin di Bandung

Persija Jakarta bermain luar biasa saat menghadapi tuan rumah Persib Bandung dalam lanjutan Turnamen Torabica Soccer Championship di Stadion Gelora Bandung Lautan Api,Sabtu, 16 Juli 2016.

Kiper Persija, Andritany Ardhiyasa menjadi pemain terbaik di pertandingan ini dengan membuat 8 penyelamatan gemilang.

Sebagai tim tamu Persija yang harus bertanding tanpa dukungan langsung pendukung fanatiknya sama sekali tidak menunjukkan mental inferior. Solidnya barisan pertahanan yang digalang William Pacheco membuat pemain Maung Bandung kesulitan mencetak gol.

Persib sempat mendapatkan peluang di menit 9 lewat sepakan Zulham Zamrum dari jarak dekat. Namun Andritany mampu mengamankan gawangnya dengan baik.

Walaupun bermain di tengah tekanan 35.125 penonton, Macan Kemayoran terus memberikan perlawanan militan. Pada menit ke-27, tembakan Robertino Pugliara dari luar kotak penalti Persija mengarah ke pojok kiri atas gawang tapi lagi-lagi Andritany menunjukkan kualitasnya menjaga gawang klub kebanggaan warga Jakarta ini.

Skuad asuhan Paulo Camargo bukan tidak memiliki peluag mencetak gol. Pada menit ke-38, Ade Jantra yang merupakan pemain asli Jakarta nyaris saja membungkam seisi stadion. Sayang peluang emas di depan gawang gagal dikonversi menjadi gol.

Untuk menambah daya gedor, Pelatih Persib, Djadjang Nurjaman memasukkan David Laly, Juan Belencoso dan Tantan Zalikha. Namun strategi ini tidak berjalan mulus membongkar pertahanan Persija yang bermain sangat disiplin dan efektif.

Bahkan di masa injury time, Persija justru nyaris menjebol gawang Persib. Sayang sontekan lemah Ade Jantra justru mengarah ke I Made Wirawan. 

Hasil seri ini membuat kedua tim yang sama-sama sudah melakoni 10 pertandingan tertahan di papan tengah, Persib di posisi 8 dengan 14 poin sementara Persija di posisi 11 dengan 12 poin.

Susunan Pemain
Persib Bandung: 78-I Made Wirawan; 4-Dias Angga, 3-Vladimir Vujovic, 31-Yanto Basna, 6-Tony Sucipto; 23-Kim Kurniawan, 24-Hariono; 54-Zulham Zamrun (91-David Laly 56'), 10-Robertino Pugliara, 7-Atep (82-Tantan 72'); 33-Sergio Van Dijk (99-Juan Belencoso 67')
Pelatih: Djadjang Nurjaman
Persija Jakarta: 26-Andritany; 36-Vava Mario, 6-Maman Abdurahman, 33-Willian Pacheco, 4-Rendika Rama; 21-Amarzukih, 22-Hong Soon-hak, 15-Syahroni (8-Sutanto Tan 79'); 19-Ade Jantra, 17-Abrizal Umanailo (7-Ramdani Lestaluhu 70'); 20-Bambang Pamungkas
Pelatih: Paulo Camargo  

Read more.....

Power Of The Jakmania
Persija Jakarta mulai menjalani latihan di lapangan Sawangan, Bojongsari, Depok, Jumat (30/10) sore nanti. Dalam latihan perdana itu, pelatih anyar Persija, bambang Nurdiansyah, dijadwalkan sudah mulai menangani Macan Kemayoran.
Kepastian Banur, sapaa karib Bambang Nurdiansyah, melatih Persija itu diutarakan oleh Ketua klub Ferry Paulus. Menurut dia, setelah mencapai deal pada Kamis (29/10) siang, dia langsung menyiapkan program. Salah satunya adalah menjalani latihan. "Kami juga berencana untuk menjalani Training Center (TC) di luar Jakarta," katanya, Jumat (30/10). Dua kota yang dipilih adalah Jogjakarta atau Batu, Jawa Timur. Namun, besar kemungkinan TC digelar di Batu karena itu dekat dengan lokasi pertandingan di Piala Jenderal Sudirman nanti. "Kami nanti kan tergabung di grup yang main di Malang. Jadi, Batu mungkin tempat yang ideal untuk TC, karena dekat dengan Malang," tandasnya.

Sumber: JPNN

Read more.....

Saatnya Ketum Persija dari Konglomerat, Bukan Orang yang Gagal

Power Of The Jakmania
JAKARTA - Bukan rahasia lagi bahwa klub Persija Jakarta adalah tim yang memiliki finansial buruk, tata kelola keuangan amburadul, dan pengurus serta manajemen yang tak lihai menyehatkan tim sepak bola. Tak salah, jika kemudian Persija disebut tim Macan Kelaparan, bukan Macan Kemayoran.
Mengapa demikian? karena Persija, tim Ibu Kota, di tengah putaran uang yang melimpah dan pusat seluruh kegiatan perbisnisan di Indonesia, ternyata tak mampu mendaptkan anggaran melimpah. Ibaratnya, Persija adalah Ayam yang kelaparan di dalam lumbung padi. Suatu hal yang tak mungkin terjadi. Sederet krisis, mulai dari finansial sampai prestasi dan pembinana itu, membuat stakeholder sepak bola di Ibu Kota berinisiatif menemukan konglomerat sebagai pengganti Ketua Umum Persija Ferrry Paulus. Pasalnya, bos Macan Kemayoran belakangan ini terbukti gagal total, hanya mengandalkan pemasukan dari sponsorship. "Misalkan jaman dulu ada Sarnubi Said dengan Krama Yudha-nya. Terus Benny Mulyono kalau tidak salah Warna Agung, perusahaan cat. Terus Tunas Jaya, Deni Ardi dengan perusahaan obatnya Tempo," kata Asisten Pelatih Satia Bagdja Ijatna kepada Indopos (grup JPNN), Senin (26/10) malam. Sebelumnya, coach Satia Bagdja menyarankan tim ibu kota sebaiknya dipegang oleh pengusaha besar. Sebab, memang tidak dipungkiri hancur leburnya Liga Indonesia (LI) di tengah sanksi FIFA dan pemerintah berdampak pada pendapatan klub. Tentu hal demikian berpengaruh besar terhadap gaji pelatih dan pemain lantaran pihak sponsor baru mau mencairkan dananya kalau ada kompetisi. "Maksudnya dia boleh seorang individu. Tapi, juga mesti mempunyai penghasilan lain selain dari sponsor. Siapapun yang mau menjadi Ketua mesti ada penghasilan lain selain dari sponsor," ujar dia. Makanya menurut dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), waktu sponsor tidak masuk, mereka masih bisa menanggulangi kejadian-kejadian seperti ini melalui bisnis lainnya. Jadi kalau Ketum baru nanti hanya mengandalkan sponsor, keuangan klub akan tetap bermasalah. Sebaliknya kalau pemasukan sponsor hanya salah satu dari aneka sumber dana, program aktivitas klub akan terus berjalan. "Kalau kita ini sudah menganggap PT (Persija Jaya), terus tidak ada penghasilan lain dari PT itu, itu yang menjadi masalah. Itu kan berarti cuma mengandalkan sponsor. Makanya tidak ada klub di Indonesia yang profesional," kata pria kelahiran 9 Mei itu. Soalnya klub yang dianggap profesional itu juga dilihat dari beberapa aspek. Misalnya mempunyai lapangan latihan dan pertandingan sendiri. Sedangkan hingga kini lapangan yang digunakan oleh setiap klub yang tergabung di Indonesia Super League (ISL) semuanya dimiliki pemerintah daerah (Pemda) setempat. "Kalau kamu datang ke Leverkusen, dia punya stadion besar Leverkusen. Dia punya akademi, lapangan latihannya sendiri. Lapangan latihan dan stadion tidak boleh dipakai sembarangan," pungkas mantan asisten pelatih Sriwijaya FC.
Sumber: JPNN

Read more.....

Ini Alasan Persija Menunjuk Bambang Nurdiansyah

Bambang Nurdiansyah
JAKARTA-Persija Jakarta telah resmi menunjuk Bambang Nurdiansyah sebagai pelatih baru mereka untuk tampil di Piala Jenderal Sudirman, November nanti. Ada beberapa alasan yang membua Macan Kemayoran merekrut eks striker Timnas dan topskor kompetisi era 1990-an tersebut.
Menurut sang ketua klub, Ferry Paulus, Banur-sapaan karib Bambang Nurdiansyah- memiliki pengalaman dan kenyang asam garam bersama klub-klub di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah Persita Tangerang dan Pelita Jaya yang akhirnya manajemennya membeli Arema menjadi Arema Cronus. "Saat di Piala Presiden juga menunjukkan melatih tim dengan baik," katanya, Kamis (29/10) Selain itu, Banur yang merupakan eks striker gemar memainkan strategi menyerang. Bahkan, dalam bertahan pun, gayanya agresif dengan terus memberikan tekanan kepada lawan di setengah daerah mereka sendiri sehingga lawan tak berkembang. Persija sudah merasakan itu saat berjumpa di Piala Presiden lalu. Bukan itu saja, di level yang lebih rendah saat melatih Cilegon United di Divisi I, dia sukses membawa tim tersebut juara dan lolos ke Divisi Utama.

Sumber : JPNN

Read more.....

Tanpa Suporter, Persija Coba Torehkan Sejarah

Rabu, 22 Desember 2004

Di era kompetisi perserikatan, meski menjadi salah satu yang terbesar, Persija Jakarta selalu kalah jika dibandingkan dengan seteru- seterunya, seperti Persib Bandung, PSMS Medan, Persebaya Surabaya, atau PSM Makassar. Fanatisme suporter tidak pernah dimiliki Persija di era perserikatan.

Seperti ucapan Manajer Persija I Gusti Kompyang Manila, di era perserikatan meski Persija bertanding di Jakarta, penontonnya akan selalu memihak tim lawan. "Kalau Persija bertanding melawan Persib di Jakarta, hampir semua penontonnya membela Persib. Demikian halnya kalau Persija main melawan PSMS atau Persebaya," ujar Manila.

Tidak seperti perserikatan lain yang sangat kental dengan identitas kedaerahan, Jakarta yang menjadi home base Persija terlalu cair untuk mengkristalkan dukungan masyarakat terhadap tim sepak bolanya.

Jakarta hanya menjadi tempat bertemunya banyak pendukung perserikatan. Ada kelompok etnis Sunda yang pasti mendukung
Persib jika bertanding di Senayan, ada komunitas arek Suroboyo yang setia mendukung setiap kali Persebaya tampil.

Namun, era Liga Indonesia yang menggabungkan model kompetisi perserikatan dan galatama membuat semua tim berlomba mengubah diri menjadi kesebelasan modern, lengkap dengan kelompok suporternya. Persija pun kemudian membuat langkah serupa. Suporter telah menjadi kebutuhan satu tim sepak bola modern. Dalam wadah The Jakmania, kelompok penggemar ini menjadi pemain ke-12 bagi Persija.

"Semakin lengkap rasanya jika kami bisa mempersembahkan gelar juara bagi pendukung fanatik kami. Kami sudah bisa membuat mereka bangga karena dulu kami tidak memiliki suporter yang sefanatik sekarang," ujar Manila.

Kebesaran yang sudah sejajar ini tinggal diparipurnakan. Caranya tentu dengan memungkasi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, yang sudah dua musim ini menggunakan format satu wilayah, dengan gelar juara. Persija memang paling berpeluang merebut gelar juara musim ini dibandingkan dengan dua tim yang juga punya peluang, yakni Persebaya dan PSM.

Menariknya, dua dari tiga tim tersebut akan saling berhadapan, yakni Persija dengan Persebaya.

Persija hanya tinggal membutuhkan satu angka untuk meraih juara. Hasil seri melawan Persebaya bisa memastikan langkah mereka merebut gelar juara. Berbeda dengan Persebaya atau PSM yang harus memenangi pertandingan terakhirnya untuk bisa keluar sebagai juara.

Meski tinggal membutuhkan hasil seri, akan lebih aman bagi Persija untuk memenangi pertandingan. Karena, jika seri, penentuan juara tetap akan bergantung dari hasil pertandingan PSM melawan PSMS. Jika Persija melawan Persebaya berakhir seri, sementara PSM menang lebih dari enam gol atas PSMS, maka juara musim ini akan diboyong PSM.

"Kami akan menjadi juara sejati jika memastikannya di Surabaya. Rasanya jelas berbeda kalau kami meraih gelar juara dengan mengalahkan Persebaya di kandangnya. Kami bisa benar-benar merasakan nikmatnya menjadi juara," ujar pemain tengah Persija, Elie Aiboy.

SAYANGNYA, saat Persija sebenarnya sudah menyejajarkan diri menjadi tim yang memiliki pendukung fanatik, mereka malah kehilangan dukungan itu dalam partai paling menentukan. Pemain ke-12 itu akan absen karena dilarang hadir menyaksikan langsung kesebelasan kesayangan mereka berjuang di Stadion Tambaksari. Pihak panitia pelaksana (panpel) pertandingan, dengan alasan keamanan, melarang kehadiran The Jakmania.

Larangan seperti ini jelas sangat tidak sportif. Bahkan, Manila sempat menyebutnya sebagai bentuk pelarangan hak asasi manusia. "Menonton sepak bola itu kan hak setiap orang," katanya.

Di luar itu, Persija tentu tidak ingin mengulang kegagalan di era kompetisi Divisi Utama Perserikatan tahun 1990. Kala itu Persija yang diperkuat Rahmad Dharmawan dan kawan-kawan melenggang ke semifinal. Meski bermain di Jakarta, perjalanan Persija ke final terpaksa kandas setelah kalah 5-7 dari Persebaya lewat drama adu penalti.

Kemenangan atas Persebaya akan menjadi catatan tersendiri bagi Persija. Dalam empat pertemuan sebelumnya yang terjadi di Surabaya, Persija belum pernah sekali pun memetik kemenangan. Hasil cukup bagus yang pernah mereka raih di Surabaya adalah menahan seri Persebaya 0-0 di Turnamen Segi Empat, 29 tahun silam.

Namun, Pelatih Persija Sergei Dubrovin tampaknya tidak terlalu peduli dengan banyak rekor dan sejarah yang bakal ditorehkan dari hasil pertandingan melawan Persebaya. Pelatih berkewarganegaraan Rusia ini menjadi pelatih pertama yang mengantarkan dua tim berbeda menjuarai Liga Indonesia jika Persija mengalahkan Persebaya. Sebelumnya dia sukses mengantar Petrokimia Putra Gresik menjuarai Liga Indonesia. (KHAERUDIN)

Read more.....

Ketua Umum Persija Jakarta Tolak Mediasi

Ferry menyatakan dirinya tidak pernah merasa bersengketa dengan pihak lain.

Ketua umum Persija Jakarta Ferry Paulus menolak melakukan mediasi kembali dengan kubu Bambang Sutjipto dan Hadi Basalamah untuk menyelesaikan permasalahan pengelolaan klub Macan Kemayoran tersebut.

Menurut Ferry, pihaknya merasa tidak pernah ada masalah dalam mengelola Persija. Karena itu, dia mengaku heran jika Persija dianggap bermasalah mengenai pengelolaan klub.


Sebelumnya, mediasi pernah dilakukan di sekretariat PSSI. Namun dalam mediasi lanjutan, Ferry beserta jajaran PT Persija Jaya Jakarta hadir. Sedangkan kubu Bambang dan Hadi yang mewakilu PT Persija Jaya tidak muncul.

“Saya sih tidak pernah merasa ada sengketa. Yang memunculkan sengketa itu, justru pihak lain. Mengapa harus saya yang menggugat PT lain itu. Karena itu, kami tidak mau melakukan mediasi kembali,” tegas Ferry.

“Persija sudah punya tim, sudah menyewa stadion, dan gaji pemain yang tertunggak selama tiga bulan sudah kami bayar. Jadi, sebenarnya Persija sudah tidak bermasalah.”

Read more.....

Persija Jakarta Seleksi 11 Pemain Asing

Persija Jakarta kedatangan 11 pemain asing yang ingin memperkuat Macan Kemayoran musim depan.

Asisten pelatih Persija Jakarta Sudirman mengungkapkan sebanyak 11 pemain asing mengikuti seleksi di klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut untuk kompetisi Liga Indonesia musim 2011/12.

"Ada 11 pemain asing ikut seleksi, jadi kita memberi mereka porsi untuk ikut game. Karena jumlah mereka banyak, kita bagi dalam dua tim," kata Sudirman.>

Kebanyakan pemain asing yang mengikuti seleksi adalah pemain-pemain wajah baru yang belum pernah memperkuat klub Indonesia. Seleksi tersebut dilaksanakan dalam latihan skuad Persija yang digelar di stadion Lebakbulus Jakarta.

Dalam latihan tersebut belum tampak pemain-pemain senior seperti Bambang Pamungkas dan Ismed Sofyan.


Read more.....

Persija Jakarta Pastikan Kontrak Dejan Gluscevic

Persija Jakarta akan mengontrak Dejan Gluscevic sebagai pelatih kepala selama dua tahun.

Dejan Glusevic (goal.com)
Persija Jakarta memastikan akan mengontrak Dejan Gluscevic sebagai pelatih kepala untuk kompetisi musim depan menggantikan Rahmad Darmawan yang kini menjabat sebagai pelatih timnas U-23.

Oleh karena itu, ketua umum Persija Ferry Paulus mengungkapkan pihaknya kini menunggu kedatangan Dejan ke Indonesia untuk melakukan penandatanganan kontrak.


"Sudah positif (deal) kami akan mengontrak Dejan. Kami masih menunggu kedatangannya dan tinggal melakukan penandatanganan kontrak," katanya.

Ferry menyatakan bahwa pihaknya menaruh kepercayaan yang besar pada Dejan yang sudah malang melintang di Asia Tenggara maupun Eropa baik sebagai pemain atau pelatih.

Read more.....

Soal Persija Jakarta, PSSI Menyerahkan Kepada AFC

Keputusan siapa yang berhak mengelola Persija akan ditentukan dari keputusan AFC. 

Persija (goal.com)
Ketua komite kompetisi PSSI Sihar Sitorus menyerahkan permasalahan Persija Jakarta kepada konfederasi sepakbola Asia (AFC) untuk diputuskan siapa yang berhak mengikuti kompetisi profesional level 1 musim 2011/12.

Bila masalah Persija diserahkan kepada AFC, maka kasus Arema Indonesia akan berusaha diselesaikan melalui mediasi dengan PSSI.


Seperti diketahui, pengelolaan Persija kini diklaim dua kubu. Pihak pertama adalah PT Persija Jaya Jakarta pimpinan Ferry Paulus, dan kubu kedua dipimpin Bambang Sutjipto yang mendapat dukungan dari CEO Jakarta FC Hadi Basalamah.

Sedangkan Arema memiliki satu badan hukum, namun ada dua kepengurusan yang didaftarkan ke PSSI, yakni pimpinan Satria Budi Wibawa dari kubu M Nur, dan Iwan Budianto di pihak Rendra Kresna.

Read more.....

13 Pemain Dikontrak Persija Jakarta Tiga Tahun

Greg Nwokolo menjadi satu-satunya pemain asing yang masih dipertahankan Persija.

Greg Nwokolo (goal.com)
Ketua umum Persija Jakarta Ferry Paulus mengungkapkan, pihaknya sudah mengontrak 13 pemain selama tiga tahun menghadapi kompetisi sepakbola nasional musim 2011/12.

Dari 13 pemain itu, hanya Greg Nwokolo yang sudah pasti menandatangani kontrak. Sedangkan Eric Bayemi dan Agu Casmir masih dalam tahap negosiasi. Sementara Oliver Makor dan Precious Emuejeraye kemungkinan besar tidak diperpanjang, seperti halnya dengan kiper veteran Hendro Kartiko.


Selain itu, setelah Mahadirga Lasut, striker Persijap Jepara Johan Juansyah juga sudah bergabung dengan Persija di musim 2011/12. Para pemain musim lalu yang sudah mengamankan tempat di Persija diantaranya Bambang Pamungkas, Ismed Sofyan, Alan Martha, Leo Saputra, dan Ramdani Lestaluhu.

Read more.....

Ferry Paulus: Data Kami Sudah Lengkap

Ferry menegaskan perseroan terbatas Persija yang diminta PSSI sudah terdaftar di Menkunham.

Ketua Umum Ferry Paulus (goal.com)
Ketua umum Persija Jakarta Ferry Paulus mengungkapkan, badan hukum PT Persija Jaya Jakarta yang dipimpinnya sudah memiliki surat keputusan dari kantor kementerian hukum dan HAM.

Hal itu diungkapkan Ferry usai melakukan pertemuan mediasi dengan ketua komite kompetisi Sihar Sitorus beberapa saat lalu. Perwakilan PT Persija Jaya pimpinan Bambang Sutjipto tidak hadir dalam pertemuan yang sudah diagendakan oleh PSSI.


“Kami sudah menyerahkan 15 berkas yang telah diminta PSSI. Malah kami menambah tiga berkas lagi sebagai back-up. PT Persija Jaya Jakarta juga sudah terdaftar di kantor kementerian hukum dan HAM. Perubahan itu sudah dilakukan sejak lama,” ujar Ferry.

"Kami sudah menyampaikan semua perubahan itu kepada PSSI. Dalam pertemuan tadi juga kami bahas."

Mengenai pertemuan dengan Sihar, Ferry enggan mengungkapkan. Ia kembali menegaskan pihaknya sudah menyerahkan semua berkas seperti yang telah diminta PSSI untuk menyelesaikan permasalahan.

“Pokoknya kami sudah menyerahkan semua berkas. Mengenai hasil akhirnya, kami serahkan kepada pengurus PSSI yang nantinya akan memutuskan,” kata Ferry.

Read more.....

Supporter

From :Muhammad Fadillah
To :humorline@hotmail.com
Subject :Fwd: [bobotoh] MAHIWAL !!!
Date : Wed, 22 Oct 2003 21:04:33 -0700 (PDT)


Gimana menurut mas bambang nih..

tengkiw
D 1 LE

Note: forwarded message attached.


__________________________________
From :

Reply-To :bobotoh@yahoogroups.com
To :bobotoh@yahoogroups.com
Subject :[bobotoh] MAHIWAL !!!
Date : 22 Oct 2003 17:58:48 -0000

Kejadian yang aneh-aneh memang sering terjadi di negara kita !!! bahkan imbasnya sampai ke dunia persepakbolaan kita.

Sepanjang pengetahuan saya mengenai sepak bola, ....... tidak ada yang namanya Supporter terbaik. Karena dalam dunia sepakbola, Supporter hanya merupakan Subjek,... bukan Objek. Jadi dalam hal ini, team sepakbolalah yang menjadi "Artisnya".

Tapi di negara kita, .....
beberapa Kelompok Supporter malah berlomba-lomba untuk menjadi "Artisnya", mereka malah berusaha memberikan hiburan melebihi
Team Sepak bolanya, bahkan dalam hal "Popularitas". Kelompok Supporter yang seperti ini, bahkan melupakan "Hakekatnya", sebagai pendukung dan penonton sepakbola. Mereka secara emosional malah lupa untuk membangkitkan semangat Timnya, karena sibuk mengutamakan misinya. Mereka lupa untuk menikmati "Indahnya" permainan sepakbola, Mereka lupa, Apa yang sebenarnya mereka perjuangkan, Bahkan, .... mereka lupa, untuk tujuan apa mereka datang ke Stadion, karena mereka terlalu sibuk menampilkan nyanyian dan tariannya, padahal pertandingan sepakbola di tengah lapangan sedang berlangsung.

Setahu saya, ..... di negara yang sepakbola sudah sangat maju dan memasyarakat, "Nyanyian" hanya di tujukan untuk memompa semangat juang para Pemain team kesayangannya. Supporter di Negara Eropa dan Amerika Latin khususnya, tidak pernah melakukan "Tarian-tarian" anehnya selama pertandingan berlangsung. Mereka hanya melakukan Konfigurasi tangan dengan tepukan-tepukan kompak, dan mengangkat tangannya sebagai sinyal kepada para pemain untuk terus berjuang selama di lapangan, dan itupun dilakukan hanya sekali-sekali, disesuaikan dengan situasi dan kondisi pertandingan.

Adakalanya kita harus bernyanyi, ... adakalanya kita harus menari, yang jelas jangan sampai dilakukan sepanjang pertandingan yang tengah
berlangsung.

Diluar semua itu, ..... apa perlu adanya pemilihan Kelompok Supporter terbaik? apa tujuannya? dan yang paling membingungkan, ..... APA KRITERIANYA ????

Dari dulu, VIKING selalu mempertanyakan hal tersebut kepada pihak PSSI. Bukankah kita datang ke STADION untuk mendukung dan mencurahkan TOTALITAS dan KECINTAAN kita kepada TEAM KESAYANGAN kita ? dan bukan untuk MENJADI yang TERBAIK serta mencari POPULARITAS. Kalau begini terus kondisi Supporter di Indonesia, ........ bisa jadi POPULARITAS Tim Sepakbolanya, akan terlindas oleh POPULARITAS Supporternya. Sungguh kasihan Team Sepakbola yang harus mengalami hal demikian, ....... amit-amit !!!


Selaku Supporter sejati, tampilah apa adanya, spontan dan berlandaskan rasa cinta terhadap Tim yang dibelanya. Peran Supporter adalah berusaha menjadi
PEMAIN KE-12. Dan kepada rekan-rekan sekalian, Tetaplah seperti itu!! jaga rasa 'Cinta" terhadap PERSIB, curahkan seluruh totalitas kalian hanya untuk
PERSIB, ketika memberi dukungan !!! dengan cara itu, IKATAN BATHIN antara SUPPORTER dan TEAM SEPAKBOLANYA pasti akan tercipta, dan itu sangat efektif dalam mendongkrak MOTIVASI para PEMAIN.

Ketika Team kita MENANG, ..... kita pantas BERSORAK, ...... dan ketika Team kita KALAH, ...... kita pantas MENANGIS. Ketika Team kita BERJAYA, ......
kita Pantas MEMUJANYA, ........ dan ketika team kita TERPURUK, ..... Kita HARUS MENEMANINYA !!! itulah salah satu bentuk CINTA YANG TULUS, sesuatu yang tak dapat dibeli oleh apapun dan merupakan ANUGRAH dari TUHAN YME!!

Saya akan bertanya apakah KITA pantas menjadi yang TERBAIK ??, sedangkan Team yang kita Bela tidak meraih penghargaan apapun.

Jabat Erat
VIKING PERSIB CLUB
-- YOEDI BADUY ---


Read more.....

Keempat Tim Akan Tampil Sesuai dengan Karakter Khas

Kamis, 4 Oktober 2001

Kompas/julian sihombing
Jakarta, Kompas

Keempat tim empat besar Liga Bank Mandiri-PSMS Medan, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan PSM Makassar-bertekad akan mempertontonkan permainan terbaiknya di semifinal Liga Bank Mandiri hari Kamis (4/10) ini. Keempat tim juga menjanjikan akan tampil sesuai dengan karakter khas masing-masing yang sudah dikenal para pencinta sepak bola.

Tim "Ayam Kinantan" PSMS berjanji akan tampil seperti yang sudah dikenal dengan permainan kerasnya. PSM atau tim "Juku Eja" berjanji bermain solid dan merata tanpa tergantung dari seorang pemain bintang.

Sementara tim "Bajul Ijo" akan turun dengan
ciri permainan menyerang. Dan tim "Macan Kemayoran" yang difavoritkan menjadi juara akan turun dengan ciri khasnya bermain cantik dan langsung menyerang di menit-menit awal.

Tekad mereka mengemuka saat jumpa pers di Sekretariat PSSI di Jakarta, hari Rabu. Dalam jumpa pers itu hadir Pelatih PSMS Suimin Dihardja, Pelatih Kepala PSM Syamsudin Umar, Pelatih Persebaya Rudy Keltjes, dan Asisten Pelatih Persija Isman Jasulmei yang didampingi kapten Budiman. Hadir juga Sekretaris Jenderal PSSI Tri Goestoro, Bendahara PSSI Irawadi Hanafi, dan Kepala Humas PSSI Eddi Elison.

Menurut jadwal, Presiden Megawati Soekarnoputri diharapkan akan hadir di final hari Minggu nanti untuk menyerahkan Piala Presiden. Tetapi, sampai kemarin petang Tri Goestoro masih belum mendapat konfirmasi kehadiran Presiden.

Juara Liga Bank Mandiri kali ini akan diberikan hadiah Piala Presiden sebagai piala bergilir, dan uang pembinaan Rp 75 juta. Sementara runner-up menerima uang pembinaan sebesar Rp 50 juta.

Untuk pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak masing-masing mendapat Rp 25 juta. Selain itu, PSSI juga akan memberikan hadiah khusus kepada tim terbaik dalam bentuk penghargaan dan uang yang belum ditentukan besarnya.

PSMS "pincang"

Suimin dan kapten PSMS Slamet Riyadi berjanji akan menampilkan permainan terbaik dengan ciri khas keras, tetapi bukan kasar. "Tidak ada jalan lain melawan PSM kecuali tampil habis-habisan. PSMS akan turun dengan kekuatan penuhnya," janji Slamet.

Sedangkan Suimin mengakui kinerja timnya kali ini agak sedikit "pincang" karena ketidakhadiran gelandang M Erwin (30) yang terkena hukuman dilarang main aktif setahun oleh Komisi Disiplin PSSI.

"Absennya Erwin yang dihukum akan mengganggu kinerja tim kami. Tetapi, saya ingatkan, tim lain jangan pernah menganggap enteng kami," kata Suimin.

Suimin juga mengungkapkan ada empat pemain yang cedera, yakni Slamet, Colly Misrun, Marco Maurmada, dan Edu Juanda. "Ada empat pemain kami yang cedera, dan saya harap mereka semuanya pulih dalam waktu dekat ini. Tetapi, untuk tim-tim yang lain, harap diingat bahwa cederanya empat pemain kunci ini tidak akan menurunkan kekuatan kami," tegas Suimin.

PSMS Medan, menurut Suimin, tetap mempunyai karakter kuat walaupun kekuatan timnya berkurang menjadi tersisa 60 persen. PSMS berharap para pemain pengganti yang disiapkan bisa melapis kekurangan yang ada.

"Kami akan tetap menurunkan pemain-pemain kunci itu, tetapi mereka tidak jadi starter. Lihat dulu pemulihan kondisi mereka dalam hari-hari ini," kata Suimin yang mengaku dijanjikan hadiah naik haji oleh pengurus PSMS jika mampu membawa timnya lolos ke final.

Sementara Syamsudin menilai ambisi Manajer Tim Kadir Halid yang ingin mempertahankan gelar-sekaligus mencatat rekor dua kali juara dua kali berturut-turut-sebagai pelecut semangat dirinya dan anak-anak asuhannya. "Semua pemain kami siap dan fit, tidak ada yang cedera. Kami sebagai juara bertahan siap menghadapi permainan keras yang akan dikembangkan PSMS," kata Syamsudin.

Sementara itu, kubu Persebaya dan Persija lebih memilih merendah dan enggan mengungkap strategi. Mereka lebih memilih berbicara mengenai para pendukungnya yang dikhawatirkan akan menimbulkan keonaran.

Kedua tim sudah dipastikan akan kehilangan sejumlah pemainnya karena terkena kartu merah. Persebaya dipastikan akan turun tanpa pemain belakang Agung Setyabudi, sementara Persija tidak bisa memainkan Ebanda Timothe Gillian dan Djoko Kuspito.

"Sebagai pelatih, urusan kami bukan mengurus suporter. Suporter adalah urusan koordinator suporter dan pihak penanggung jawab keamanan. Kami hanya ingin bermain sebaik mungkin untuk menjadi juara. Tetapi, kami imbau para suporter Persebaya jangan membuat onar di Jakarta. Tontonlah dan nikmatilah sepak bola. Jangan buat onar," kata Rudy.

Sementara Budiman hanya berucap singkat, "Persija akan tampil habis-habisan di depan pendukung kami". (bw)

Read more.....

Sekitar 30.000 Penonton Siap Serbu Senayan

Jumat, 20 Agustus 2004

Jakarta, Kompas - Sekitar 30.000 penonton diperkirakan akan menyerbu Senayan untuk menyaksikan pertandingan para mantan pemain sepak bola nasional yang terlibat di Turnamen Sudirman memperebutkan Piala Gelora Bung Karno, 21-26 Agustus di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Menurut panitia penyelenggara, Ronny Pattinasarany, yang juga akan memperkuat salah satu tim peserta Warna Agung Jakarta, sekitar 20.000 karcis dipesan grup Artha Graha dan 10.000 karcis lagi akan dijual dengan harga rata-rata Rp 1.000 untuk semua pintu, kecuali VIP Barat.

Acara pembukaan pada Sabtu (21/8) disiarkan langsung stasiun TVRI mulai pukul 15.30 dengan menggelarkan pertandingan Warna Agung melawan
Persebaya. Pada pertandingan kedua, di tempat yang sama, Persija Jakarta ditantang PSM Makassar. Turnamen yang menelan biaya sekitar Rp 800 juta akan dibuka oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu.

"Kami menggelarkan turnamen ini hanya karena rasa cinta yang dalam terhadap sepak bola, dan juga sekaligus ajang nostalgia bagi para pemain nasional yang pernah ikut mengharumkan sepak bola Indonesia di kancah internasional," kata pencetus turnamen ini, Teddy Lukman, dalam jumpa pers yang juga diikuti Kepala Unit IV Stadion Tenis Senayan Putu Megasuta di Senayan, Jakarta, Kamis (19/8) siang.

Seluruh peserta, terdiri dari enam tim, hari Jumat ini sudah masuk di tempat penginapan yang disediakan panitia. Keenam tim tersebut adalah Warna Agung sebagai tuan rumah, Persebaya Surabaya, dan PSMS Medan (Grup A), serta Persija Jakarta, PSM Makassar, dan Persib Bandung (Grup B). Mereka akan memperebutkan total hadiah Rp 39 juta. Semua hasil penjualan karcis dari pertandingan pembukaan sampai final disumbangkan kepada korban kebakaran di Muara Karang, Tanah Abang, dan Tanjung Priok.

Menurut Teddy, jika melihat materi pemain yang akan terlibat, turnamen ini bakal menyajikan sebuah tontonan menarik. Paling tidak, meski para pemain rata-rata berusia di atas kepala tiga, mereka masih memiliki teknik dan skill individu yang tinggi.

Warna Agung yang bertindak sebagai tuan rumah diperkuat Widodo Cahyono Putra, Maman Suryaman, Bambang Sunarto, Ronny Pattinasarany, Didiek Dharmadi, Louis Muhidin, Rully Neere, Risdianto, dan Denni Paslah.

Persebaya Surabaya dibela pemain- pemain terkenal, seperti Subangkit, Maura Helly, Yusuf Ekodono, Zainal Arifin, Hadi Ismanto, Putut Wijanarko, Ferril Hattu, dan Rudy Keeltjes.

Persib Bandung tak kalah gertak dengan membawa sejumlah pemain yang pernah sukses di tahun 1980-an. Mereka antara lain Adjat Sudradjat, Iwan Sunarya, Ade Mulyono, Sukowiyono, Dede Iskandar, Adeng Hudaya, Yoesoef Bachtiar, Djadjang Nurdjaman, dan pemain yang lebih senior, Encas Tonip.

PSMS Medan diperkuat Ricky Yakobi, Jamaludin Hutauruk, Yongki Haurisa, Juanda, Ramli Lubis, Iwan Karo Karo, dan Nobon. Sementara PSM Makassar dengan andalan Abdi Tunggal, Karman Kamaluddin, Syamsuddin Batola, Dullah Rahim, serta Rohandi Yusuf.

Persija Jakarta menurunkan Patar Tambunan, Marzuki Nyakmad, Ashary Rangkuti, Aji Ridwan Mas, Tony Tanamal, Rahmad Darmawan, Iswadi Idris, dan Yudo Hadianto. (YES)

Read more.....

Sejumlah Penonton Bersikap Brutal di Stadion Lebakbulus

Kamis, 27 April 2000

Jakarta, Kompas
Partai cantik antara "macan Kemayoran" Persija melawan PSMS Medan yang berakhir 3-1 (2-0) di Stadion Lebakbulus (Jakarta Selatan), Rabu (26/4), dinodai ulah brutal suporter PSMS Medan. Beberapa kali mereka melempari pemain di saat pertandingan dan masuk ke lapangan sambil melempari suporter lawan ketika pertandingan telah selesai.

Penjaga gawang Persija, Tata Saptaji merupakan pemain yang paling menderita karena gawangnya berada di depan tribune barat, tempat sebagian suporter PSMS menonton. Beberapa kali lemparan botol plastik minuman jatuh di sekitar Tata.

Setelah pertandingan usai, ratusan pendukung PSMS memasuki lapangan dari pintu barat sambil membawa tongkat-tongkat bambu dan botol-botol plastik. Mereka melempari sebagian penonton yang masih ada di tribune utama, serta berusaha menyerang suporter Persija di tribun utara dan di lapangan.

Kejadian yang berlangsung sekitar 20 menit itu berakhir saat
sejumlah polisi mengusir mereka keluar arena. Namun para pendukung PSMS itu tidak langsung pulang, mencegat "musuhnya" di Jalan Lebakbulus. Mereka antara lain mengeroyok dua pendukung Persija yang melintas naik sepeda motor.

Partai itu sendiri berlangsung menarik, meski tim "Macan Kemayoran" yang tetap menggunakan pola 3-6-1 lebih menguasai lapangan. Nuralim, Warsidi, Aris Hindarto, Budiman, Ali Sunan, Anang Maruf, Imran Nahumaruri, serta Bambang Pamungkas menampilkan kematangan teknis dengan umpan satu-dua sentuhan serta pergerakan yang terorganisir.

Sementara itu, di Stadion Haji Agus Salim, Semen Pa-dang yang bermain dengan 10 pemain menghempaskan Persijatim 2-1 (2-0). Dua gol kemenangan dicetak Ellie Aiboy dan Erol FX Iba.

"Alhamdulillah, dengan 10 pemain kita berhasil menumbangkan Persijatim. Kekalahan 4-0 saat partai tandang di putaran pertama berhasil kita tebus. Tekad kita dari semula memang menang dan hasilnya seperti Anda lihat," kata Jenni-wardin.

Di Stadion Gajayana, tuan rumah Arema Malang menundukkan Pupuk Kaltim Bontang 3-1. Luar biasanya, tiga gol Arema terjadi dalam kurun tidak lebih dari lima menit pertama.

Sekitar 25.000 penonton meneriakkan lagu-lagu dan yel-yel "tidak mungkin, tidak mungkin" yang artinya tidak mungkin Arema kalah. Makanya tiga gol datang begitu cepat karena para pemain lawan seperti kehilangan konsentrasi menghadapi yel-yel penonton.

Kalah lagi

Di Stadion Teladan, tuan rumah Medan Jaya kembali takluk di kandang sendiri, kali ini 1-2 dari PSBL Bandarlampung. Lebih menguasai jalannya pertandingan, PSBL membuka gol menit ke-27 melalui tembakan Widianto. Gol kedua diciptakan Doni Sember menit ke-80, sedangkan balasan Medan Jaya diciptakan Muhlis tiga menit menjelang pertandingan usai.

Kubu PSBL menyambut sangat gembira kemenangan ini, karena mereka telah selamat dari ancaman degradasi. "Dengan posisi di kisaran papan tengah, sudah bisa dipastikan kita tidak akan degradasi," ujar pelatih Halilintar Gunawan.

Di Stadion Mattoangin, tuan rumah PSM Makassar hanya mampu memasukkan satu gol ke gawang PSIM Yogyakarta. Gol yang dicetak Kurniawan Dwi Yulianto melalui sundulan menit ke-66 ini menjadi satu-satunya gol hingga pertandingan usai. Sementara dua gol PSM lainnya dianulir wasit Sugito.

Penampilan tim asuhan Syamsuddin Umar kali ini sangat buruk, sebab sepanjang pertandingan banyak peluang gol yang tidak dapat diselesaikan para pemain depan.

Tampil menyerang sejak awal pertandingan, tim "Juku Eja" praktis menguasai lapangan. Sayangnya, tidak kompaknya para pemain depan membuat serangan-serangan yang dibangun tidak terselesaikan dengan baik.

Meski kalah, pelatih PSIM Yogyakarta, Bartje Matulapelwa mengaku cukup puas dengan penampilan tim asuhannya yang dalam pertandingan ini tampil tanpa pemain asing.

Yang menarik, para pemain PSM dalam pertandingan ini membagikan baju kaus bertuliskan "Kuncoro, Kami Tetap Bersamamu" kepada para penonton. Pembagian kaus ini dimaksudkan untuk memberi semangat bagi pemain PSM yang sementara terbaring sakit itu. (yul/sp/ody/joy/yns/nal)

Read more.....

Acungan Jempol buat Ebanda Timothy

Catatan Sepak Bola Ronny Pattinasarany

TIDAK pelak lagi bintang dari pertandingan semifinal Persija Vs PSIS hari Kamis (1/4) adalah Ebanda Timothy dari PSIS. Kemampuannya mengkoordinir lapangan tengah membuat permainan PSIS secara keseluruhan enak ditonton. Aliran bola dari kaki ke kaki secara cepat dilakukan pemain dalam usaha menerobos pertahanan lawan.

Timing-nya sering tepat pada saat datang membantu rekannya yang berada dalam kesulitan dan pandai mengubah arah permainan dari satu sisi lapangan permainan ke sisi lain. Yang menonjol dari Ebanda tugasnya mematikan gerakan
otak serangan Persija, Luciano Leandro, dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Kemenangan PSIS bukan karena nasib, mereka justru mampu menerapkan taktik tepat guna dalam meredam kekuatan lawan. Mengetahui kelebihan kualitas individu pemain, sejak awal pertandingan, mereka mampu merebut insiatif permainan.

Mereka bukan saja melakukan tekanan keras terhadap lawan yang menguasai bola, tetapi juga setiap pemain Persija yang dianggap bisa membahayakan gawangnya mendapatkan pengawalan ketat. Begitu kehilangan bola, pemain tidak mundur masuk bertahan ke daerah permainan sendiri, tetapi langsung menekan lawan yang menguasai bola.

Taktik ini sangat jitu dalam mengganggu konsentrasi pemain Persija. Akibatnya mereka kehilangan kontrol terhadap pertandingan, membuat mereka mudah melakukan kesalahan dan sulit melepaskan diri dari tekanan lawan. Di sinilah awal kesalahan yang dilakukan Persija.

Mereka justru mengikuti ritme yang dikembangkan lawan. Tanpa ada usaha meredam kecepatan permainan PSIS, dengan menurunkan tempo permainan misalnya melakukan umpan dari ke kaki yang didukung dengan pergerakan pemain tanpa bola. Dengan tujuan utama menahan bola selama mungkin dalam penguasaan tim.

Begitu mampu menggagalkan serangan, terlihat pemain Persija ingin secepatnya mengalihkan bola masuk ke daerah permainan lawan. Rocky maupun Miro Bento di depan senantiasa kesulitan menerobos lini pertahanan lawan. Di babak kedua, penampilan Persija tetap saja monoton, tidak ada perubahan taktik guna mencari peluang di daerah pertahanan lawan.

Di sini terlihat ketidakjelian pelatih Herry Kiswanto dalam mengoptimalkan kekuatan timnya. Toh kalah satu atau lebih sama saja, timnya pasti tersingkir. Dalam situasi ini, pelatih harus berani ambil risiko dengan menempatkan banyak pemain naluri menyerang.

***

DARI pertandingan semifinal lainnya, Persebaya Surabaya melalui perjuangan berat dan melelahkan akhirnya menang melalui tendangan adu penalti. Partai pertandingan Persebaya lawn PSMS Medan berlangsung menarik dan menegangkan. Ini juga karena dua tim dalma kompetisi perserikatan sebelumnya termasuk musuh bebuyutan.

Kelebihan kualitas individu pemain, membuat Persebaya mampu memegang kendali permainan. Koordinasi antarpemain terjaga baik, memudahkan mereka saling mengontrol baik saat timnya berada dalam situasi menyerang, maupun bertahan.

Penekanan pada kekuatan daya serang, memaksa PSMS Medan banyak menarik pemainnya masuk bertahan di daerah permainan sendiri, guna meredam kekuatan daya serang lawan. Sayang semangat guna mempertahankan gawangnya dari kebobolan, tidak diimbangi dengan tugas yang jelas di antara sesama pemain.

Tingginya tempo permainan yang dikembangkan PSMS, bukan saja menggoyahkan konsentrasi kekuatan pertahanan Persebaya, tetapi juga banyak menguras tenaga pemain. Tidak terlihat lagi penjagaan ketat terhadap lawan. Begitu juga saat gagal menyerang, pemain tidak lagi disiplin untuk secepatnya kembali ke posisi agar dapat mengontrol permainan lawan.

Beruntung dalam kondisi pemain yang tidak lagi prima, PSMS tidak dapat memanfaatkan situasi untuk terus menekan pertahanan Persebaya. Bahkan terlihat setelah mampu menyamakan kedudukan satu-satu konsentrasi pemain terpecah, antara tetap ingin meningkatkan daya serang, tetapi, juga tidak ingin gawangnya kebobolan.

Lolosnya dua tim Persebaya dan PSIS tampil di partai final tanggal 4 April nanti, diramalkan berlangsung menarik, mengingat dua tim punya kualitas yang tidak berbeda jauh, dan sama punya dukungan fans yang fanatik. *

Sumber: psmsmedan.multiply.com

Read more.....

Persijap Paksa Persija Telan Kekalahan Telak

M Yasir bermain cemerlang di pertandingan ini untuk mementahkan peluang yang diperoleh Persija.
Oleh Donny Afroni
Persijap Jepara berhasil bangkit dari ketertinggalan ketika menggasak Persija Jakarta 4-1 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Selasa [22/3], dalam lanjutan Superliga Indonesia 2010/11.

Kemenangan itu tidak mengubah posisi Persijap di klasemsen sementara. Laskar Kalinyamat tetap berada di peringkat
13 usai mengoleksi poin 17 dari 17 pertandingan yang telah dijalani.

Begitu juga dengan Persija yang tetap di posisi kedua. Tim Macan Kemayoran mengumpulkan poin 32. Raihan angka Persija sama dengan Persisam Samarinda, namun tim besutan Rahmad Darmawan ini unggul selisih gol. Bagi Persija, ini merupakan kekalahan telak pertama yang diraih Persija pada musim ini.

Sukses ini mempunyai arti tersendiri bagi Alberto 'Beto' Goncalves. Pasalnya, laga melawan Persija merupakan kali pertama Beto mencetak gol bersama Persijap. Di pertandingan ini, Beto melesakkan dua gol. Persijap juga patut berterima kasih kepada kiper M Yasir yang bermain cemerlang untuk mementahkan sejumlah peluang emas milik Persija.

Dalam pertandingan ini, Persija sebetulnya mendominasi permainan dibandingkan tuan rumah. Pelatih Persijap Suimin Diharja menerapkan skema bertahan sambil sesekali melakukan serangan balik. Suimin juga menempatkan ujung tombak Johan Juansyah sebagai gelandang. Namun skema itu dapat berjalan baik.

Laga berjalan sembilan menit, Greg Nwokolo sudah menebarkan ancaman. Tapi tendangan keras striker Persija itu dari luar kotak penalti masih bisa dibendung M Yasir.

Upaya Persija untuk unggul lebih dulu membuahkan hasil pada menit ke-23. Greg yang menusuk dari sisi kanan pertahanan Persijap berhasil masuk ke dalam kotak penalti, dan memberikan umpan kepada Agu Casmir, yang langsung menceploskan bola ke gawang M Yasir.

Tertinggal satu gol, Persijap berusaha bangkit. Serangan balik cepat dikembang tim tuan rumah untuk membongkar pertahanan lawan. Persijap mendapat peluang ketika Gendut Doni melepaskan tendangan keras, namun bola dapat ditepis Hendro Kartiko.

Publik tuan rumah akhirnya bersorak kegirangan ketika tandukan Evaldo Silva memanfaatkan umpan Jose Sebastian di menit ke-29 menyamakan kedudukan. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Persija tetap menerapkan permainan agresif. Kecemerlangan M Yasir mementahkan peluang yang diperoleh tim tamu di awal babak kedua. Pada menit ke-53, M Yasir berhasil memblok tendangan Greg.

Keasyikan menyerang, Persija lengah di pertahanan. Persijap berbalik unggul melalui gol Beto pada menit ke-61 menyambut bola muntah tendangan Rizky Novriansah.

Persija mencoba memberikan respon. Selang tujuh menit kemudian, tim Macan Kemayoran mendapat peluang melalui Bambang Pamungkas yang lepas dari jebakan off-side. Bambang yang sudah berhadapan dengan M Yasir gagal menyelesaikannya dengan baik, karena kiper Persijap itu berhasil memblok tendangannya.

Pada menit ke-82, Persijap memperbesar keunggulan lewat gol Rizky memanfaatkan bola muntah tendangan Johan Juansyah dari luar kotak penalti. Gol Beto pada masa injury time memastikan Persijap memetik kemenangan 4-1.


Sumber: goal.com

Read more.....

PSMS Terjebak Emosi

Medan, WASPADA Online
Para ofisial dan pemain PSMS Medan sangat menyayangkan sikap penonton yang brutal, juga petugas keamanan dari salah satu kesatuan dan wasit. Karena mereka tidak memperlihatkan sportifitas olahraga, akibatnya pemain PSMS terjebak emosi kemudian tidak lagi mampu mengendalikan diri di lapangan dan akhirnya kalah 1-2 di kandang Persija Jakarta.

"Kalah menang dalam olahraga itu hal yang biasa, tetapi hendaknya diperoleh melalui sportifitas bukan menghalalkan segala cara," ujar asisten manajer tim PSMS H Randiman Tarigan saat dihubungi melalui HP-nya di Jakarta, Minggu (20/3) malam.

Manajer tim Drs H Ramli MM mengisyaratkan, tidak tertutup kemungkinan PSMS akan memprotes kepada PSSI. "Kita dikerjai, ini dikarenakan untuk memenuhi ambisi Persija yang dituntut oleh
pembinanya Sutiyoso mengalahkan PSMS," kata Ramli yang Sekda Pemko Medan.

PSMS sempat memimpin 1-0 dari tim berjuluk "Macan Kemayoran" itu melalui gol Christian Carrasco lewat tembakan menyilangnya. Bermain meyakinkan tetapi begitu adanya teror dari penonton yang terang-terangan melempari pemain PSMS dengan batu, membuat segalanya jadi rusak.

Itu masih ditambah lagi dengan kurang sigapnya petugas keamanan serta terlalu menyebelahinya wasit kepada tim tuan rumah, sehingga Persija mampu membuat dua gol yang diborong Batoum Roger menit 43 dan 70. "PSMS jelas dikerjai. Kalau tidak saya yakin kemenangan 1-0 yang diperoleh di babak pertama menit 25 akan dapat bertambah sekaligus membawa kita sebagai pemenang," sesal Randiman.

Randiman juga mengakui penampilan anak-anak asuhan cukup meyakinkan, walau diawal pertandingan sempat mendapat tekanan dari Persija, setelah permainannya kurang berkembang. Namun menjelang memasuki menit ke-15 permainan Mayadi Panggabean dan kawan-kawan menemukan bentuk permainan serta karakternya, akhirnya mampu membuat kejutan-kejutan ke gawang Hendro Kartiko.

Peristiwa serupa juga terjadi di LI X. Kejadiannya bukan hanya di Stadion Lebak Bulus saja, tapi malah merembet hingga ke bus yang mengangkut rombongan PSMS saat hendak bertolak ke penginapan. Mereka dilempari hingga beberapa bagian kaca sebelah kanan bus berpecahan. Pertemuan kedua tim yang selama ini bermusuhan, kemarin, sempat diwarnai sedikit kericuhan antara pemain menit 80, tetapi dapat diredam.

PSDS kalah 1-5
Di Stadion Gajayana Malang, PSDS Deliserdang juga harus menelan pil pahit. Tim Traktor Kunig dipukul secara telak oleh tim tuan rumah Arema Malang 1-5. Kelima gol Arema dicetak Francis Younga dengan hatrik menit 5, 16 dan 68. Dua gol lainnya dipersembahkan Yunior Lima menit 16 dan 75. Gol balasan PSDS diciptakan Mustafa Kambat menit 45. Pertandingan sempat dihentikan pada menit ke-63 selama sekitar 22 menit, karena lapangan tergenang air akibat diguyur hujan deras. (m24/ant)

Read more.....

Persija dan Persib sama-sama kehilangan pemain kunci


Derby D'Indonesia tinggal beberapa jam lagi akan dilangsungkan di Stadion Si Jalak Harupat, Jumat (18/3/2011) ini. Dalam "Big Match" yang selalu panas ini, kedua tim tampaknya harus kehilangan beberapa pemain pilarnya. Di kubu Persija, Eric Arsene Bayemi, Agu Casmir dan Ismed Sofyan diragukan dapat tampil. Coach Rahmad Darmawan masih akan melihat kondisi ketiga pemain tersebut hingga jelang laga nanti.

Eric Bayemi mengalami cedera pada engkelnya saat menghadapi Persiba pada pertandingan sebelumnya. Dalam pertandingan yang sama, Agu Casmir juga mengalami cedera saat merayakan selebrasi golnya dengan bersalto ria. Kehilangan beberapa pemain penting tentu membuat Coach Rahmad Darmawan harus memutar otak untuk mencari formasi terbaiknya.

Beruntung masih ada...
Toni Sucipto yang berhasil memainkan peran Eric Bayemi saat bentrok dengan Persiba di Senayan kemarin. Tanpa Agu Casmir, Persija masih memiliki Aliyudin untuk diduetkan dengan Bambang Bepe Pamungkas. Tentu saja jika Bayemi dan Agu bisa diturunkan akan lebih memudahkan Coach RD untuk merancang strategi.

Sementara Persib juga kemungkinan bakal tampil dengan tanpa Christian "El Loco" Gonzales yang kabarnya masih mengalami cedera betis. Begitu pula bomber Persib lainnya, Hilton Moriera, yang terkena hukuman akumulasi kartu. Walaupun dalam sesi latihan terakhir Gonzales sudah mulai ikut berlatih namun Pelatih Persib Daniel Roekito telah menyiapkan Rahmat Afandi dan Airlangga Sucipto untuk mengisi posisi striker.

Read more.....

Rahmad Darmawan Belum Puas Kinerja Skuad Persija

Rahmad Darmawan
Rahmad Darmawan belum puas dengan ketajaman lini depannya.

Persija Jakarta berhasil mengalahkan tim Pra PON DKI saat bertanding uji coba di Stadion Ciracas, Jakarta Timur hari Sabtu kemarin (05/03).

Pada laga uji coba tersebut, Persija berhasil menyarangkan tiga gol dan tidak mampu dibalas oleh lawannya tersebut. Gol-gol Persija dicetak oleh Bambang Pamungkas ,Amarzuki dan Greg Nwokolo.

Tetapi meskipun berhasil mengemas kemenangan, pelatih Persija, Rahmad Darmawan mengaku masih belum puas dengan kinerja
skuadnya tersebut terutama lini depan.

Rahmad menyayangkan skuadnya hanya berhasil mencetak tiga gol, padahal peluang untuk mencetak gol sangat banyak. Oleh karena itu, sebelum pertandingan perdana menghadapi Persiba Balikpapan pada tanggal 13 Maret mendatang, Rahmad akan mengasah ketajaman lini depan skuadnya.

Sumber: goal.com/Tegar Paramartha

Read more.....
 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Powered by    Login to Blogger