Koleksi Foto Irfan Bachdim

Koleksi Foto Irfan Bachdim

Koleksi Foto Irfan Bachdim

Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
 Foto: google.com

Read more.....

Profil Irfan Bachdim, Idola Baru Timnas Indonesia

Irfan Haarys Bachdim
Irfan Haarys Bachdim (lahir di Amsterdam, 11 Agustus 1988) adalah pemain sepak bola Indonesia keturunan Belanda. Saat ini ia memperkuat Persema Malang di Liga Super Indonesia. Ia juga tergabung dalam timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl untuk Piala AFF 2010. Dalam bermain, ia bisa menempati berbagai posisi seperti penyerang, gelandang maupun sayap.

Latar belakang

Ayah Irfan, Noval Bachdim adalah warga negara Indonesia kelahiran Malang yang telah menetap lebih dari 20 tahun di Belanda; sedangkan ibunya Hester van Dijic adalah
warga negara Belanda. Keluarga Bachdim tinggal di kota Amsterdam. Keluarga besar dari Ayahnya pernah menetap lama di Lawang, Malang sejak kisaran tahun 1955 hingga memasuki era 80-an.

Irfan terlahir dari keluarga pesepakbola. Bakatnya diturunkan dari ayahnya Noval Bachdim yang seorang pesepakbola dari klub PS Fajar Lawang (anggota kompetisi internal Persekam Malang) pada era 80-an, dan kakeknya Ali Bachdim yang mantan pemain Persema Malang, PSAD Jakarta, dan PSHW (Hisbul Wathon) yang mayoritas beranggota pemain keturunan Arab. Kakeknya Ali Bachdim adalah purnawirawan TNI Angkatan Laut, sedangkan neneknya Siti Rahimah berasal dari keluarga Elong. Keduanya adalah keturunan Arab-Manado.

Karier


Di Belanda

Irfan mulai bermain sepak bola di akademi sepakbola Ajax Amsterdam. Setelah tiga tahun ia pindah ke SV Argon, di mana ia menjadi pencetak gol terbanyak meskipun ia bermain sebagai gelandang. Irfan kemudian direkrut oleh pencari bakat FC Utrecht, dan menandatangani kontrak dengan klub tersebut. Ia kemudian bermain untuk tim junior Utrecht, dan sesekali menjadi pemain cadangan tim senior. Setelah kontraknya tidak diperpanjang lagi, maka pada bulan Juli 2009 ia ditransfer tanpa biaya ke klub HFC Haarlem.

Di Indonesia

Pada bulan Maret 2010, Irfan mengikuti seleksi pemain di Persib Bandung dan Persija Jakarta, namun kedua klub tersebut tidak memilihnya. Tanggal 9 Agustus 2010, ia direkrut pelatih Persema Malang, Timo Scheunemann, setelah sang pelatih melihat permainan Irfan dan para pemain muda berlaga amal untuk tokoh sepak bola Lucky Acub Zaenal di Stadion Gajayana, Malang. Irfan Bachdim direkrut bersama-sama dengan Kim Jeffrey Kurniawan, pemain berdarah Indonesia-Jerman yang sebelumnya bermain di FC Heidelsheim.

Tim nasional

Tahun 2006, Irfan sempat hampir membela tim sepak bola U-23 Indonesia di Asian Games Qatar. Namun ia harus absen dari turnamen tersebut karena menderita cedera.

Dalam Piala AFF 2010, ia tergabung dalam timnas senior Indonesia di bawah pelatih Alfred Riedl. Debut pertama bersama timnas Indonesia ia awali ketika timnas menang 6-0 di laga persahabatan melawan Timor Leste, di Palembang pada 21 November 2010. Penampilan pertamanya bersama timnas dalam turnamen resmi terjadi pada 1 Desember 2010, saat Indonesia mengalahkan Malaysia 5-1 di Gelora Bung Karno pada ajang AFF 2010. Irfan sendiri mencetak 1 gol dalam pertandingan tersebut.

Sumber: id.wikipedia.org
.

Read more.....

Persema Mantap Beralih ke LPI

Sejak awal Persema mengaku tertarik dengan konsep LPI yang berorientasi pada klub.

Pemain Persema Bima Sakti dibayangi oleh pemain Sriwijaya Zah Rahan (kanan) (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)
Ketua Umum Persema yang juga menjabat sebagai Wali Kota Malang, Peni Suparto menegaskan, bahwa timnya lebih mantap mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI).

Suparto menilai, jika suatu tim ikut dalam kompetisi yang bagus, maka akan
menghasilkan prestasi yang bagus pula.

"Saya lebih mantap ke LPI, dan menurut saya PSSI akan lebih bijak menilai suatu tim jika memang tim itu bisa berprestasi lebih bagus," kata Suparto saat ditemui di GOR Ken Arok, Kota Malang.

Rencananya, Suparto akan mendaftarkan tim intinya yang saat ini ditangani pelatih asal Jerman, Timo Scheuneman ke LPI dalam waktu dekat. "Nantinya yang di LPI bukan Persema FC maupun Persema U-21, melainkan tim Persema Malang," katanya.

Sementara terkait ancaman dari PSSI bagi tim Indonesia yang mengikuti LPI, Suparto menegaskan tidak akan gentar. "PSSI pastinya akan bijak dalam menyikapi tim yang berjuang untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi," katanya.

Sebelumnya, Persema U-21 telah mengikuti laga pra musim LPI yang diadakan di Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Suparto menjelaskan, bahwa dirinya memang sejak awal mengaku tertarik dengan konsep LPI yang berorientasi pada klub. "Jika mengikuti LPI, klub tidak akan menguras dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)," katanya. (sj)

Laporan: Malik Ibrahim | Malang
• VIVAnews

Read more.....

Ini dia Tendangan Penentu Gonzales

Penyerang Timnas Indoesia, Christian Gonzales kembali menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Filipina 1-0, dalam semifinal Piala AFF, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (19/12/2010). Indonesia akhirnya melaju ke final Piala AFF setelah menang dengan agregat 2-0 atas Filipina dan akan melawan Malaysia 26 dan 29 Desember mendatang. TRIBUN NEWS/DANY PERMANA
Foto: kompas.com

Read more.....

Gonzales Bawa Indonesia ke Final

AFP PHOTO/BAY ISMOYO
Timnas Indonesia merayakan kemenangan setelah Cristian Gonzales (kedua kiri) membobol gawang Filipina dalam leg kedua semifinal AFF Suzuki Cup 2010 di Jakarta, Minggu (19/12/2010).
JAKARTA — Tim nasional (timnas) Indonesia melaju ke final Piala AFF setelah membungkam Filipina 1-0 (agregat 2-0) pada leg kedua semifinal di Gelora Bung Karno, Minggu (19/12/2010). Semua gol Indonesia pada babak semifinal dicetak oleh pemain penyerang, Cristian Gonzales.

Gol Gonzales dalam leg kedua ini terjadi pada menit ke
-43. Gol bermula dari pergerakan bola yang dilakukan Gonzales di luar kotak penalti. Ia menyudahi pergerakan itu dengan sebuah tembakan spekulasi, yang kemudian diblok pemain lawan.

Bola kemudian berada dalam penguasaannya lagi. Ia pun kembali menembakkan bola yang di luar dugaan bersarang di sudut kanan atas gawang Filipina.

Indonesia sebetulnya bisa menutup pertandingan dengan skor lebih dari 1-0 seandainya mampu memaksimalkan sejumlah peluang emas, seperti yang didapat Gonzales pada menit ke-19 dan ke-21.

Meski begitu, performa Indonesia secara umum pantas mendapat acungan jempol. Selama 90 menit, timnas bermain dengan tempo dan agresivitas tinggi, dengan tetap menjaga disiplin dan fokus dalam bertahan.

Setidaknya hal itu terlihat dari sulitnya pemain Filipina berpenetrasi menembus kotak penalti Indonesia. Sekitar 20 menit menjelang akhir laga, Filipina memperbaiki kemampuan penetrasi mereka. Namun, usaha ini tak diimbangi penyelesaian akhir yang baik.

Usaha Filipina belum membuahkan hasil ketika pada menit ke-86, Christopher Greatwich menerima kartu kuning kedua akibat mengganjal Markus Horison.

Setelahnya, Indonesia berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan waktu yang tersisa untuk menambah gol. Namun, sampai peluit berbunyi panjang, papan skor tetap menunjukkan angka 1-0.

Susunan pemain:
Indonesia: Markus Horison, M Nasuha, Zulkifli Syukur, Maman Abdurachman, Hamka Hamzah, M Ridwan, Ahmad Bustomi, Oktovianus Maniani (Arif Suyono 84), Cristian Gonzales (Bambang Pamungkas 90), Yongki Ari Bowo, Firman Utina.

Filipina: Neil Etheridge, Robert Gier, Anton Edward Del, Roel Gener, James Younghusband, Philip Younghusband, Alexander Borromeo, Jason De Jong, Christopher Greatwich, Ian Araneta, Ray Jonsson.

Sumber: kompas.com

Read more.....

Pentolan Jakmania Kritisi Anggota

Sesepuh Jakmania juga mengimbau Pemprov DKI Jakarta ikut berperan aktif menjaga eksistensi klub.

Sedikitnya 40 pendiri kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania, memberikan kritikan kepada para anggotanya yang pada musim lalu sering melakukan tindakan di luar kewajaran.

Pernyataan pentolan The Jakmania itu tertuang dalam rilis pernyataan sikap bersama Forum JM yang dibagikan kepada wartawan disela-sela uji coba melawan Semen Padang di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

Dari tujuh pernyataan sikap itu, Forum JM meminta agar segera diadakan pemilihan ketua umum baru sebelum kompetisi Superliga Indonesia 2010/11 digulirkan. Forum JM juga meminta maaf kepada seluruh warga Jakarta yang selama ini kenyamanannya terganggu.

Forum JM meminta supaya pengurus baru The Jakmania nantinya bisa bersikap tegas untuk mencegah dan membersihkan tindakan anarkis dan rasial yang dilakukan para anggotanya. Sebab, sikap seperti itu dapat merusak citra The Jakmania di mata masyarakat.

Selain itu, Forum JM meminta supaya kepengurusan Persija dilandaskan pada loyalitas dan dedikasi tinggi untuk memajukan tim Macan Kemayoran, terutama dengan menggelar kembali kompetisi internal yang bisa menghasilkan talenta muda di masa mendatang.

Pemprov DKI Jakarta juga diminta supata berperan aktif dalam menjaga eksistensi Persija. Forum JM menilai keterlibatan Pemprov secara emosional belakangan ini semakin berkurang.

Sumber: goal.com

Read more.....

Inilah gol Cristian Gonzales

Indonesia berhasil merebut kemenangan 1-0 atas Filipina di semifinal pertama Piala AFF, Kamis 16 Desember 2010. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, gol tunggal Indonesia dicetak Cristian Gonzales di babak pertama.
Inilah gol Cristian Gonzales pada menit ke-32 saat Tim nasional Indonesia menang 1-0 atas Filipina pada leg pertama semifinal Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (16/12/2010).

Gol bermula dari umpan Firman Utina langsung ke jantung pertahanan Filipina. Gonzales, yang berada di tengah kotak penalti lawan, menanduk bola masuk ke sudut kanan bawah gawang setelah sempat membentur tiang gawang.

Read more.....

Ini dia sundulan gol Christian "El Loco" Gonzales

TRIBUN NEWS/DANY PERMANA
Inilah gol Cristian Gonzales pada menit ke-32 saat Tim nasional Indonesia menang 1-0 atas Filipina pada leg pertama semifinal Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (16/12/2010).
Gol bermula dari umpan Firman Utina langsung ke jantung pertahanan Filipina. Gonzales, yang berada di tengah kotak penalti lawan, menanduk bola masuk ke sudut kanan bawah gawang setelah sempat membentur tiang gawang. 

Read more.....

"Leg" Kedua, Riedl Ogah Imbang

KOMPAS/AGUS SUSANTO
Pelatih tim nasional sepak bola Indonesia, Alfred Riedl berpose di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
JAKARTA — Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, lebih mematok hasil menang daripada imbang saat menjalani leg kedua semifinal Piala AFF 2010, Minggu (19/12/2010), lawan Filipina. Pasalnya, peluang "Merah Putih" ke babak final belum aman.

Pada semifinal pertama yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis (16/19/2010), Firman Utina dan kawan-kawan berhasil mengalahkan "The Azkals" 1-0. Kemenangan itu diraih berkat gol Cristian Gonzales.

Indonesia hanya perlu hasil imbang untuk lolos ke final. Namun, Riedl menegaskan, timnya wajib kembali memenangi pertandingan di leg kedua. Sebab, jika hanya mencari hasil imbang, hal itu justru akan sangat berbahaya. Lengah sedikit, Filipina bisa mencuri peluang Indonesia.

"Keunggulan 1-0 masih sangat berbahaya. Tentu kami tidak akan bermain demi hasil imbang. Di leg kedua kami akan tampil untuk meraih kemenangan," tegas Riedl.


Sumber: KOMPAS.com

Read more.....

Filipina Siap Balas Indonesia

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Pelatih Timnas Filipina, Simon McMenemy.
JAKARTA - Pelatih Filipina, Simon McMenemy, bertekad akan membalas kekalahan dari Indonesia. Maka, mereka akan tampil maksimal pada leg kedua semifinal Piala AFF di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (19/12/2010).

McMenemy juga berniat tetap memberi kesempatan kepada kiper Neil Leonard Etheridge pada semifinal leg kedua lawan Indonesia, Minggu (19/12/2010), meski melakukan kesalahan di leg pertama.

Etheridge telah melakukan kesalahan fatal yang membuat timnya takluk 0-1 dari Indonesia pada semifinal pertama Piala AFF 2010, Kamis (16/12/2010). Ia melakukan blunder pada menit ke-31, saat berusaha menangkap bola tendangan lambung FIrman Utina. Kiper ketiga Fulham itu kurang cermat mengantisipasi bola. Tangkapannya gagal dan langsung ditanduk Christian Gonzales menjadi gol kemenangan Indonesia.

Meski begitu, McMenemy enggan menyalahkan kiper keturunan Inggris itu sebagai biang kekalahan. Menurutnya, gol itu terjadi karena adanya salah pengertian di antara pemain belakang dengan Etheridge.

"Ya, memang ada kesalahan dalam proses gol. Seperti ada miscommunication. Tetapi, saya tidak menyalahkan Etheridge. Dia masih 20 tahun. Dia hanya kurang beruntung. Yang jelas dia merasa kecewa karena kebobolan. Tapi, dia akan tetap mendapat kepercayaan di leg kedua," tegasnya.

McMenemy juga mengaku optimistis bisa membalas kekalahan pada leg kedua. "Jika kami kebobolan dua atau tiga gol akan sulit dikejar. Karena itu, kami masih memiliki peluang. Kami akan tetap berusaha pada leg kedua," kata pelatih asal Inggris itu.

Sumber: kompas.com.

Read more.....

Bekuk Filipina, Indonesia Setengah Jalan ke Final

TRIBUN NEWS/DANY PERMANA
Penyerang Timnas Indonesia, Chrisrian Gonzales, merayakan golnya ke gawang Filipina, dalam semifinal Piala AFF di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (16/12/2010). Indonesia akhirnya menang lewat gol tunggal Christian Gonzales dan menjadi modal bagus dalam menghadapi semifinal leg kedua 19 Desember mendatang.

JAKARTA — Tim nasional Indonesia menang 1-0 atas Filipina pada leg pertama semifinal Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (16/12/2010). Dengan begitu, untuk bisa masuk final, Indonesia cuma membutuhkan hasil imbang 0-0 di leg kedua, Minggu (19/12/2010).

Kemenangan Indonesia ditentukan oleh gol Cristian Gonzales pada menit ke-32. Gol bermula dari umpan Firman Utina langsung ke jantung pertahanan Filipina. Gonzales, yang berada di tengah kotak penalti lawan, menanduk bola masuk ke sudut kanan bawah gawang setelah sempat membentur tiang gawang.

Selain itu, bek Zulkifli Syukur juga patut mendapat pujian karena melakukan penyelamatan penting pada menit ke-78.

Saat itu, James Younghusband menyepak bola secara akurat ke sudut kanan atas gawang Indonesia. Markus Horison sudah salah langkah dan bola tampaknya akan masuk gawang Indonesia. Untung saja, Zulkifli ada di posisi yang tepat untuk membuang bola.

Indonesia sebetulnya bisa unggul dengan selisih yang lebih besar seandainya bisa memaksimalkan setidaknya dua peluang lain, yaitu yang diciptakan oleh Gonzales (10') dan Oktovianus Maniani (28'). Sayang, sementara tembakan jarak dekat Gonzales dijinakkan oleh Neil Leonard Dula, eksekusi Okto melambung di atas mistar gawang.

Adapun Filipina sempat mencoba memainkan penguasaan bola. Usaha ini berhasil menyulitkan Indonesia untuk mengembangkan permainan, tetapi tidak bertahan lama karena mereka sering melakukan kesalahan umpan dan cenderung bermain individual.

Permainan di babak kedua berlangsung lebih sengit, terutama karena Filipina bermain semakin cepat dan agresif. Namun, barisan belakang Indonesia bermain disiplin dan mampu mematahkan serangan-serangan lawan.

Selain itu, barisan tengah dan depan Indonesia juga mampu membahayakan benteng musuh. Namun, sampai peluit berbunyi panjang, papan skor tetap menunjukkan angka 0-1 untuk Indonesia.

Foto lengkap di: KOMPAS IMAGES

Read more.....

'Voetbal' di Batavia

Piala Dunia 2010 sudah berakhir. Tim Oranye belum beruntung melawan Spanyol di final. Bagaimanapun, Belanda memperkenalkan sepak bola ke Hindia Belanda.
Ada baiknya kita sedikit menengok tentang voetbal (sepak bola) di Batavia. Di akhir tahun 1920, pertandingan voetbal atau sepak bola sering kali digelar untuk meramaikan pasar malam. Pertandingan dilaksanakan sore hari.

Sebenarnya selain sepak bola, bangsa Eropa termasuk Belanda juga memperkenalkan olahraga lain, seperti kasti, bola tangan, renang, tenis, dan hoki. Hanya, semua jenis olahraga itu hanya terbatas untuk kalangan Eropa, Belanda, dan Indo. Jadi sangat eksklusif. Alhasil sepak bola paling disukai karena tidak memerlukan tempat khusus dan pribumi boleh memainkannya.

Lapangan Singa (Lapangan Banteng) menjadi saksi di mana orang Belanda sering menggelar pertandingan panca lomba (vijfkam) dan tienkam (dasa lomba). Khusus untuk sepak bola, serdadu di tangsi-tangsi militer paling doyan bertanding. Mereka kemudian membentuk bond sepak bola atau perkumpulan sepak bola. Dari bond-bond itulah kemudian terbentuk satu klub besar. Tak hanya serdadu militer, tapi juga warga Belanda, Eropa, dan Indo membuat bond-bond serupa.

Dari bond-bond itu kemudian terbentuklah Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) yang pada tahun 1927 berubah menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU). Sampai tahun 1929, NIVU sering mengadakan pertandingan termasuk dalam rangka memeriahkan pasar malam dan tak ketinggalan sebagai ajang judi. Demikian Zeffry Alkatiri berkisah dalam Pasar Gambir, Komik Cina dan Es Shanghai.

Bond China menggunakan nama antara lain Tiong un Tong, Donar, dan UMS. Adapun bond pribumi biasanya mengambil nama wilayahnya, seperti Cahaya Kwitang, Sinar Kernolong, atau Si Sawo Mateng.

Zeffry menyebutkan, pada 1928 dibentuk Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ) sebagai akibat dari diskriminasi yang dilakukan NIVB. Sebelumnya bahkan sudah dibentuk Persatuan Sepak Bola Djakarta (Persidja) pada 1925. Pada 19 April 1930, Persidja ikut membentuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di gedung Soceiteit Hande Projo, Yogyakarta. Pada saat itu Persidja menggunakan lapangan di Jalan Biak, Roxy, Jakpus.

Memasuki tahun 1930-an, pamor bintang lapangan Bond NIVB, G Rehatta dan de Wolf, mulai menemui senja berganti bintang lapangan bond China dan pribumi, seperti Maladi, Sumadi, dan Ernst Mangindaan. Pada 1933, VIJ keluar sebagai juara pada kejuaraan PSSI ke-3.

Pada masa Jepang, semua bond sepak bola dipaksa masuk Tai Iku Koi bentukan pemerintahan militer Jepang. Di masa ini, Taiso, sejenis senam, menggantikan olahraga permainan. Baru setelah kemerdekaan, olahraga permainan kembali semarak.

Tahun 1948, pesta olahraga bernama PON (Pekan Olahraga Nasional) diadakan pertama kali di Solo. Di kala itu saja, sudah 12 cabang olahraga yang dipertandingkan. Sejalan dengan olahraga permainan, khususnya sepak bola, yang makin populer di masyarakat, maka kebutuhan akan berbagai kelengkapan olahraga pun meningkat. Zeffry mencatat, di tahun 1960-1970-an, pemuda Jakarta mengenal toko olahraga Siong Fu yang khusus menjual sepatu bola. Produk dari toko sepatu di Pasar Senen ini jadi andalan sebelum sepatu impor menyerbu Indonesia. Selain Pasar Senen, toko olahraga di Pasar Baru juga menyediakan peralatan sepakbola.

Pengaruh Belanda dalam dunia sepak bola di Indonesia adalah adanya istilah henbal, trekbal (bola kembali), kopbal (sundul bola), losbal (lepas bola), dan tendangan 12 pas. Istilah beken itu kemudian memudar manakala demam bola Inggris dimulai sehingga istilah-istilah tersebut berganti dengan istilah persepakbolaan Inggris. Sementara itu, hingga 1950 masih terdapat pemain indo di beberapa klub Jakarta. Sebut saja Vander Vin di klub UMS; Van den Berg, Hercules, Niezen, dan Pesch dari klub BBSA. Pemain indo mulai luntur di tahun 1960-an.


WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto
Sumber: kompas.com

Read more.....

Dhani Temani Al, El & Dul Tonton Persija

Dhani dan ketiga putranya tampak antusias menyaksikan laga Persipura di tribun penonton

VIVAnews - Ahmad Dhani sepertinya serius ingin memanjakan ketiga buah hatinya. Sadar Al, El, dan Dul suka bola, pentolan Republik Cinta ini langsung memboyongnya ke Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Dhani mendampingi tiga buah hatinya menyaksikan klub kesayangan mereka saat menjamu Persipura di lanjutan Liga Super Indonesia (ISL), Selasa 16 Maret 2010.

Dhani dan ketiga putranya tampak antusias menyaksikan laga Persipura di tribun penonton. Al, El, Dul terlihat beberapa kali memperlihatkan ekspresi kekecewaan saat Bambang Pamungkas cs gagal memanfaatkan peluang demi peluang.

Di sela-sela memberikan dukungan buat Persija, ketiga putra Ahmad Dhani ini juga sempat bertemu dengan bintang Persija Firman Utina yang rela menghampiri mereka.

Al, El dan Dul tampak bersalaman dan berbincang-bincang dengan Utina. Raut kegembiraan terlihat jelas dari ketiga jagoan Ahmad Dhani ini saat berjumpa dengan bintang lapangan Persija itu.

Namun sayangnya kegembiraan Al, El, dan Dul ini harus berakhir dengan kekecewaan setelah Persija harus takluk 0-2 dari Persipura.

Read more.....

Maman: Lini Belakang Persija tak Fokus

JAKARTA, KOMPAS.com - Asisten pelatih Persija Jakarta, Maman Suryaman, menilai lini belakang timnya kurang konsentrasi saat dikalahkan Persipura Jayapura 0-2, Selasa (16/3/2010) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Persija bermain buruk melawan Persipura. Bambang Pamungkas dan kawan-kawan sebenarnya mampu mendominasi pertandingan, namun tiap kali diserang balik Persipura, "Macan Kemayoran" selalu kewalahan.

Dua gol Persipura yang dicetak Boaz T Salossa dan Alberto Gancalvez lahir melalui serangan balik yang mematikan.

"Kami tampil di bawah form. Lini belakang kurang konsentrasi. Saya harap ini menjadi evaluasi bagi kami," kata Maman seusai pertandingan.

Ketidakhadiran gelandang Firman Utina juga menjadi salah satu penyebab utama kekalahan "Macan Kemayoran". Firman harus absen di pertandingan ini karena akumulasi kartu kuning.

"Ketidakhadiran Firman juga menjadi penyebab utama. Dia adalah penghubung antarlini," ungkap Maman.

Meski kalah, Maman tetap optimistis Persija masih mampu merebut gelar juara Liga Super Indonesia. "Jalan masih panjang. Pertandingan kandang kami masih banyak. Kami masih optimistis untuk juara," lanjut Maman.

C3-10
Editor: lou

Read more.....

Lagi, Sembilan "The Jak Mania" Ditangkap

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian kembali menangkap sembilan suporter Persatuan Sepak Bola Jakarta (Persija) karena kedapatan membawa senjata tajam saat menyaksikan pertandingan antara Persija dengan Persipura. Sembilan orang itu ditangkap di lingkungan Gelora Bung Karno.

Pantauan Kompas.com, Selasa (16/3/2010), sembilan orang yang masih remaja itu dibawa dengan menggunakan dua mobil patroli ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya. Tampak senjata tajam yang diamankan yaitu parang dan golok. Saat ini, mereka sedang diperiksa oleh penyidik.

Sebelumnya, polisi mengamankan 38 suporter Persija ketika melintas di
depan Polda Metro Jaya dengan menumpang bus, mikrolet, dan angkot. Mereka kedapatan membawa berbagai senjata tajam seperti golok, samurai, parang, pisau, dan barang bukti lain. Satu orang ditangkap karena membawa tiga linting ganja.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar, mengatakan, kepolisian belum dapat memastikan apakah puluhan The Jak Mania itu akan ditahan atau dilepaskan. "Belum di putuskan. Kita tunggu langkah-langkah penyidik selanjutnya," ucap Boy melalui pesan singkat kepada Kompas.com.

SAN
Editor: wah


Read more.....

Persija Menyerah dari Persipura 0-2

JAKARTA, KOMPAS.com - Persija Jakarta menyerah 0-2 dari tamunya Persipura Jayapura dalam kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2009/2010 di Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (16/3/2010). Gol kemenangan Persipura dicetak oleh strikernya Alberto Goncalves pada menit 15 dan Boaz Salossa pada menit 21.

Tim Macan Kemayoran yang tidak mau malu di kandang langsung memberikan perlawanan yang sengit ke pertahanan Persipura. Hasilnya Bambang Pamungkas langsung mengancam namun berhasil ditahan oleh Jendry Pitoy.

Persipura tidak tinggal diam dan terus menekan. Akibat kesalahan lini belakang pemain Persija Baihaki Khaizan, Alberto Goncalves pada menit 15 mampu mengecoh kiper M. Yasir dan merubah kedudukan menjadi
0-1 untuk tim Mutiara Hitam itu.

Unggul 1-0 membuat anak asuh Jacksen F Tiago terus menggempur pertahanan Persija. Hasilnya Boaz Salossa pada menit 21 menambah keunggulan Persipura menjadi 2-0.
Tertinggal 2-0 membuat anak asuh Benny Dolo meningkatkan serangan. Hanya saja hingga babak pertama usai kedudukan tetap 0-2 untuk Persipura.

Memasuki babak kedua tim Macan Kemayoran kembali menekan pertahanan Persipura yang dikawal oleh Jack Komboy. Hanya saja belum mampu menciptakan gol. Mendapatkan dukungan penuh dari suporter membuat pemain Persija berusaha semaksimal mungkin menciptakan peluang. Karena kuatnya pertahanan Persipura bolapun tidak sampai gawang Jendry Pitoy.

Persipura juga memberikan perlawanan. Beberapa peluang menambah gol terus terjadi. Namun demikian penjaga gawang Persija M. Yasir mampu menahannya. Hingga wasit Djunaedi Effendy meniup peluit panjang kedudukan tetap 0-2 untuk kemenangan Persipura Jayapura.

Susunan pemain:

-Persija: M. Yasir (kiper), Abanda Herman, Baihaki Khaizan, Aris Indarto, Ismed Sofyan (kapten), Erick Setiawan, Fahruddin Mustafic, Agus Indra/Musafry, Bambang Pamungkas/Salim Alaydrus, Emalue Serge.

-Persipura: Jendry Pitoy (kiper), Tang Tian, Ricardo Salampessy, Kamasan Jack Komboy, Gerald Pangkaly, Ortizan Salossa, Eduard Ivakdalam (kapten)/Stevie Bonsapia, Ian Louis Kabes, Boaz Salossa, Yustinus Pae, Alberto Goncalves/Qu Ceng.

WAH
Editor: wah


Read more.....

Satu Suporter Persija Kedapatan Bawa Ganja

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang suporter kesebelasan Persatuan Sepak Bola Jakarta (Persija) diamankan petugas Polda Metro Jaya dengan barang bukti tiga linting ganja serta satu senjata tajam samurai. Dia adalah salah satu dari sekitar 40 orang yang diamankan petugas saat akan menyaksikan pertandingan antara Persija dengan Persipura di Gelora Bung Karno.

Kepada petugas saat diperiksa di depan Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya, Selasa (16/3/2010) sore, pria itu mengaku bernama Andri warga Condet, Jakarta Timur. Dari dalam celana dia, polisi menemukan tiga linting ganja yang disimpan di dalam bungkus rokok.

Namun saat diperiksa, pria yang mengenakan
celana pendek, jaket warna orange, topi koboi, dan sepatu PDL milik petugas keamanan itu mengelak bahwa ganja itu miliknya. "Enggak tahu. Beneran Pak," ucap dia.

Selain berbagai jenis senjata tajam, dari para suporter nekat itu ditemukan berbagai botol minuman keras kosong dan beberapa plastik yang berisi minuman keras.

Seperti diberitakan, puluhan suporter yang melintas di depan Polda Metro Jaya itu dihentikan polisi saat akan menuju Gelora Bung Karno. Polisi menggiring mereka ke lapangan Polda Metro Jaya lalu memeriksa seluruh barang bawaan.

SAN
Editor: wah


Read more.....

Bawa Senjata Tajam, Puluhan Suporter Persija Diamankan

JAKARTA, KOMPAS.com - Suporter kesebelasan Persatuan Sepak Bola Jakarta (Persija) yang diamankan pihak Kepolisian Polda Metro Jaya terus bertambah. Mereka ditangkap dengan berbagai barang bukti senjata tajam saat dalam perjalanan menuju stadion Gelora Bung Karno untuk menyaksikan pertandingan Persija melawan Persipura sore ini.

Pantauan Kompas.com, Selasa (16/3/2010) pukul 17.20, sekitar 40 orang yang masih remaja itu telah digelandang ke depan Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya. Mereka duduk berjejer dengan senjata tajam masing-masih yang ditaruh di depan mereka.

Tampak mereka membawa
samurai, golok, sabuk berkepala gir, celurit, pisau, parang berbagai ukuran. Selain itu, ada yang membawa stik golf, pecahan kaca yang dibentuk pisau.

Awalnya, petugas lalu lintas memberhentikan satu bus yang mengangkut suporter di atap bus ketika melintas di depan Polda Metro Jaya. Petugas hanya ingin memerintahkan mereka masuk ke dalam bus. Namun karena curiga, petugas kemudian memeriksa beberapa suporter dan ditemukan senjata tajam.

Seluruh suporter itu lalu digiring ke lapangan Polda Metro Jaya untuk diperiksa. Di situlah petugas menemukan berbagai barang bukti senjata tajam. Petugas kemudian menghentikan suporter lain yang menuju Gelora Bung Karno. Mereka digiring masuk ke lapangan lalu diperiksa.

SAN
Editor: wah


Read more.....

Jakmania Berbahasa Sunda

JAKARTA, Kompas.com - Di bagian belakang kaos Oji tertulis,"Warga Jakarta Wajib Dukung Persija." Padahal anak 15 tahun ini tinggal jauh di luar wilayah ibu kota.

Oji, 15 naik kereta Rangkas-Kota yang biasa dijuluki "kereta langsam" dari stasiun Citeras, tempat tinggalnya. Tujuannya hanya satu, mendukung Persija Jakarta, kesebelasan kesayangannya. Jumat (19/02/2010). Tim "Macan Kemayoran" akan menghadapi tim Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan dalam lanjutan ajang Djarum ISL.

Tentu saja Oji tidak sendiri. Ratusan remaja sebayanya tumplek memenuhi 7 gerbong kereta Rangkas-Kota. Mereka mudah dikenali dengan gaya khas ABG: merokok, rambut dengan punk-look dan terutama, segala atribut berwarna oranye. Atau paiing tidak dengan nuansa oranye.

Selain topi bertanduk dengan aksen oranye dan hitam, para Jakmania ini juga muncul dengan kaos berwarna dasar oranye atau hitam dengan segala macam grafiti. Bunyi tulisan bisa bermacam-macam dari puja-puji terhadap klub kesayangan mereka, "Persija Macan 1928, Kebanggaanku," atau "Persija Forever."

Namun bunyi grafiti di kaos para pendukung fanatik ini bisa juga bersifat provokatif seperti tulisan "Viking and Bonek" yang ditandai dengan tanda silang. Atau juga "Wanted! Kill the Vikings, everywhere, anytime, always." Mengerikan memang. Viking adalah kelompok pendukung tim Persib Bandung, sementara Bonek adalah kelompok pendukung tim Persebaya Surabaya.

Fenomena ini memang bukan hal yang aneh di sepakbola nasional. Tim-tim sepakbola dianggap sebagai representasi dari kelompok masyarakat yang merasa dekat atau memiliki mereka. Persib Bandung secara historis sudah dianggap sebagai representasi masyarakat Jawa Barat, bahkan di luar Bandung. Begitu pun Persebaya menjadi representasi masyarakat Jawa Timur di luar Surabaya.

Tetapi para Jakmnaia pendukung Persija dari wilayah pinggiran bahkan agak jauh dari Jakarta memang menjadi suatu fenomena unik. Apalagi mengingat di wilayah pinggiran jakarta tersebut terdapat juga tim-tim sepakbola seperti Persita maupun Persikota Tangerang yang memiliki kelompok pendukung sendiri. Dan para Jakmania dari Rangkas harus melalui beberapa wilayah seperti Tenjo, Parung Panjang, Tangerang, Serpong, Kebayoran Lama sebelum mencapai wilayah Senayan.

Secara kultural pun, para pendukung "KRL langsam" ini berbeda dengan para Jakmania dari pusat kota seperti dari Cikini, Cilincing, Taman Sari, Tebet dll. Mereka lebih fasih berbahasa Sunda antarmereka, ketimbang ber "lu-lu, gue-gue," meski mereka mengenakan kaos bertuliskan,"Gue Anak Jakarta."

Oji, yang mengenakan kaos, "Warga Jakarta Wajib Dukung persija," hanya tersenyum saat ditanya mengapa dia sebagai anak Citeras merasa wajib mendukung tim ibu kota tersebut. Jawaban justru datang dari kumpulan teman-temannya yang duduk menggelosor di lantai kereta,"Bapak kita kan orang Jakarta, Pak. Tiap hari bolak balik naik KRL karena cari duit di Jakarta..."


Read more.....

Skuad Persija



Read more.....

Skuad Persija




Read more.....

Skuad Persija 2009-2010


Read more.....

Skuad Persija



Read more.....

Stadion Menteng yang tinggal kenangan



Read more.....

Logo Persija


Read more.....

Skuad Persija

Team Persija

Berdiri ki-ka:
Rocky Putiray, Mbeng Jean, ?, ?, Joko Kuspito, Nur'alim (C)
Jongkok ki-ka:
?,?,?,?, Widodo Cahyono Putro,?

Ada yg hapal nama pemain lainnya? bantuin donks...


Read more.....

Cukuplah sudah...



Read more.....

PR untuk Bendol di Putaran Kedua

Mohammad Resha Pratama - detiksport



Jakarta - Persija menang 1-0 saat menjamu Persela. Meski Persija meraih poin penuh, pelatih Benny Dollo menemukan masalah yang hendak dia benahi di putaran kedua nanti guna menjaga dan memperbaiki posisi. Apa?

Dalam laga yang dihelat di Gelora Bung Karno, Rabu (3/2/2010), Persija yang bertindak sebagai tuan rumah justru lebih banyak ditekan oleh Persela di babak kedua. Beberapa kali pemain Persela di bawah komando Samsul Arif membahayakan gawang M Yasir.

Untungnya keunggulan di babak pertama melalui gol tunggal Alliyudin mampu dipertahankan hingga 90 menit laga berakhir. Bendol, sapaan Benny Dollo, mengakui timnya memang kurang greget di paruh kedua.

"Babak kedua saya akui Persela lebih menguasai jalannya laga. Ini karena banyak pemain kami yang terkena cedera. Bisa saja Persela mencetak gol untuk mencuri poin atau memenangkan laga itu," tukas Bendol kepada wartawan usai laga.

Dari kondisi di atas Bendol mengakui memang ada ketimpangan antara skuad inti dan cadangan di Persija. Ini benar-benar terlihat setelah Bambang Pamungkas, Leo Tupamahu dan Agus Indra ditarik keluar karena disinyalir menderita cedera di tengah laga. Hal itulah yang akan menjadi pekerjaan rumah (PR) buat Bendol.

"Saya rasa skuad kami terlalu timpang kualitasnya. Masih banyak pemain muda yang belum bisa mengimbangi seniornya. Hal inilah yang akan kami evaluasi untuk paruh kedua musim ini," lugas mantan pelatih timnas itu.

Kemenangan ini mengangkat posisi juara Liga Indonesia 2001 itu ke posisi empat dengan 27 poin dari 17 laganya. Catatan ini terbilang apik mengingat Persija sempat terlempar ke zona merah di awal musim.

"Kita ingin menjaga posisi kita dengan tim di atas dan itu bisa kami lakukan saat ini. Namun hasil di akhir putaran pertama sekarang tak begitu penting, yang penting adalah di akhir putaran kedua nanti," demikian Bendol.

( krs / arp )


Read more.....

Persija Incar Striker Liberia

Marco Tampubolon

VIVAnews - Persija sudah berhasil menggaet gelandang serang Firman Utina. Namun Macan Kemayoran masih memburu satu striker lagi untuk memperkuat barisan depannya pada putaran kedua Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010.

Firman sudah mulai berlatih bersama Persija, Jumat, 5 Februari 2010. Rencananya mantan pemain Pelita Jaya itu sudah bisa diturunkan saat Persija melakoni laga perdana di putaran kedua ILS kontra Bontang FC, 10 Februari 2010.

Asisten Manajer Persija, Ferry Indrasyarief mengatakan perburuan Persija belum berakhir. Macan Kemayoran masih perlu menambah taringnya untuk putaran kedua nanti.

"Kami masih mencari satu striker lagi. Kami sudah menghubungi beberapa agen agar mengirimkan pemainnya," kata Ferry.

Salah seorang pemain yang sedang dipertimbangkan Persija berasal dari Liberia. Pemain ini kabarnya pernah bermain di Liga Libya. Namun kendalanya, pemain ini kemungkinan baru bisa memperkuat Persija awal Maret mendatang.

"Jeda kompetisi sangat singkat. Karena itu, sulit bagi pemain ini untuk bisa tampil sejak awal putaran kedua. Paling cepat dia baru bisa turun awal Maret mendatang," kata Ferry.

Pelatih Kepala Persija, Benny Dolo berharap manajemen bisa segera mendatangkan striker baru bagi timnya. Sebab, selain menambah stok penyerang, tambahan striker baru juga akan membuat persaingan di lini depan semakin ketat.

Langkah ini menurut Bendol bakal mendongkrak penampilan tiga strikernya yang masih belum maksimal. Ketiga striker tersebut adalah Talaohu Abdulmushafry, Bambang Pamungkas, dan Aliyudin.


Read more.....
 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Powered by    Login to Blogger