Koleksi Foto Irfan Bachdim

Koleksi Foto Irfan Bachdim

Koleksi Foto Irfan Bachdim

Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
Koleksi Foto Irfan Bachdim
 Foto: google.com

Read more.....

Profil Irfan Bachdim, Idola Baru Timnas Indonesia

Irfan Haarys Bachdim
Irfan Haarys Bachdim (lahir di Amsterdam, 11 Agustus 1988) adalah pemain sepak bola Indonesia keturunan Belanda. Saat ini ia memperkuat Persema Malang di Liga Super Indonesia. Ia juga tergabung dalam timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl untuk Piala AFF 2010. Dalam bermain, ia bisa menempati berbagai posisi seperti penyerang, gelandang maupun sayap.

Latar belakang

Ayah Irfan, Noval Bachdim adalah warga negara Indonesia kelahiran Malang yang telah menetap lebih dari 20 tahun di Belanda; sedangkan ibunya Hester van Dijic adalah
warga negara Belanda. Keluarga Bachdim tinggal di kota Amsterdam. Keluarga besar dari Ayahnya pernah menetap lama di Lawang, Malang sejak kisaran tahun 1955 hingga memasuki era 80-an.

Irfan terlahir dari keluarga pesepakbola. Bakatnya diturunkan dari ayahnya Noval Bachdim yang seorang pesepakbola dari klub PS Fajar Lawang (anggota kompetisi internal Persekam Malang) pada era 80-an, dan kakeknya Ali Bachdim yang mantan pemain Persema Malang, PSAD Jakarta, dan PSHW (Hisbul Wathon) yang mayoritas beranggota pemain keturunan Arab. Kakeknya Ali Bachdim adalah purnawirawan TNI Angkatan Laut, sedangkan neneknya Siti Rahimah berasal dari keluarga Elong. Keduanya adalah keturunan Arab-Manado.

Karier


Di Belanda

Irfan mulai bermain sepak bola di akademi sepakbola Ajax Amsterdam. Setelah tiga tahun ia pindah ke SV Argon, di mana ia menjadi pencetak gol terbanyak meskipun ia bermain sebagai gelandang. Irfan kemudian direkrut oleh pencari bakat FC Utrecht, dan menandatangani kontrak dengan klub tersebut. Ia kemudian bermain untuk tim junior Utrecht, dan sesekali menjadi pemain cadangan tim senior. Setelah kontraknya tidak diperpanjang lagi, maka pada bulan Juli 2009 ia ditransfer tanpa biaya ke klub HFC Haarlem.

Di Indonesia

Pada bulan Maret 2010, Irfan mengikuti seleksi pemain di Persib Bandung dan Persija Jakarta, namun kedua klub tersebut tidak memilihnya. Tanggal 9 Agustus 2010, ia direkrut pelatih Persema Malang, Timo Scheunemann, setelah sang pelatih melihat permainan Irfan dan para pemain muda berlaga amal untuk tokoh sepak bola Lucky Acub Zaenal di Stadion Gajayana, Malang. Irfan Bachdim direkrut bersama-sama dengan Kim Jeffrey Kurniawan, pemain berdarah Indonesia-Jerman yang sebelumnya bermain di FC Heidelsheim.

Tim nasional

Tahun 2006, Irfan sempat hampir membela tim sepak bola U-23 Indonesia di Asian Games Qatar. Namun ia harus absen dari turnamen tersebut karena menderita cedera.

Dalam Piala AFF 2010, ia tergabung dalam timnas senior Indonesia di bawah pelatih Alfred Riedl. Debut pertama bersama timnas Indonesia ia awali ketika timnas menang 6-0 di laga persahabatan melawan Timor Leste, di Palembang pada 21 November 2010. Penampilan pertamanya bersama timnas dalam turnamen resmi terjadi pada 1 Desember 2010, saat Indonesia mengalahkan Malaysia 5-1 di Gelora Bung Karno pada ajang AFF 2010. Irfan sendiri mencetak 1 gol dalam pertandingan tersebut.

Sumber: id.wikipedia.org
.

Read more.....

Persema Mantap Beralih ke LPI

Sejak awal Persema mengaku tertarik dengan konsep LPI yang berorientasi pada klub.

Pemain Persema Bima Sakti dibayangi oleh pemain Sriwijaya Zah Rahan (kanan) (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)
Ketua Umum Persema yang juga menjabat sebagai Wali Kota Malang, Peni Suparto menegaskan, bahwa timnya lebih mantap mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI).

Suparto menilai, jika suatu tim ikut dalam kompetisi yang bagus, maka akan
menghasilkan prestasi yang bagus pula.

"Saya lebih mantap ke LPI, dan menurut saya PSSI akan lebih bijak menilai suatu tim jika memang tim itu bisa berprestasi lebih bagus," kata Suparto saat ditemui di GOR Ken Arok, Kota Malang.

Rencananya, Suparto akan mendaftarkan tim intinya yang saat ini ditangani pelatih asal Jerman, Timo Scheuneman ke LPI dalam waktu dekat. "Nantinya yang di LPI bukan Persema FC maupun Persema U-21, melainkan tim Persema Malang," katanya.

Sementara terkait ancaman dari PSSI bagi tim Indonesia yang mengikuti LPI, Suparto menegaskan tidak akan gentar. "PSSI pastinya akan bijak dalam menyikapi tim yang berjuang untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi," katanya.

Sebelumnya, Persema U-21 telah mengikuti laga pra musim LPI yang diadakan di Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Suparto menjelaskan, bahwa dirinya memang sejak awal mengaku tertarik dengan konsep LPI yang berorientasi pada klub. "Jika mengikuti LPI, klub tidak akan menguras dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)," katanya. (sj)

Laporan: Malik Ibrahim | Malang
• VIVAnews

Read more.....

Ini dia Tendangan Penentu Gonzales

Penyerang Timnas Indoesia, Christian Gonzales kembali menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Filipina 1-0, dalam semifinal Piala AFF, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (19/12/2010). Indonesia akhirnya melaju ke final Piala AFF setelah menang dengan agregat 2-0 atas Filipina dan akan melawan Malaysia 26 dan 29 Desember mendatang. TRIBUN NEWS/DANY PERMANA
Foto: kompas.com

Read more.....

Gonzales Bawa Indonesia ke Final

AFP PHOTO/BAY ISMOYO
Timnas Indonesia merayakan kemenangan setelah Cristian Gonzales (kedua kiri) membobol gawang Filipina dalam leg kedua semifinal AFF Suzuki Cup 2010 di Jakarta, Minggu (19/12/2010).
JAKARTA — Tim nasional (timnas) Indonesia melaju ke final Piala AFF setelah membungkam Filipina 1-0 (agregat 2-0) pada leg kedua semifinal di Gelora Bung Karno, Minggu (19/12/2010). Semua gol Indonesia pada babak semifinal dicetak oleh pemain penyerang, Cristian Gonzales.

Gol Gonzales dalam leg kedua ini terjadi pada menit ke
-43. Gol bermula dari pergerakan bola yang dilakukan Gonzales di luar kotak penalti. Ia menyudahi pergerakan itu dengan sebuah tembakan spekulasi, yang kemudian diblok pemain lawan.

Bola kemudian berada dalam penguasaannya lagi. Ia pun kembali menembakkan bola yang di luar dugaan bersarang di sudut kanan atas gawang Filipina.

Indonesia sebetulnya bisa menutup pertandingan dengan skor lebih dari 1-0 seandainya mampu memaksimalkan sejumlah peluang emas, seperti yang didapat Gonzales pada menit ke-19 dan ke-21.

Meski begitu, performa Indonesia secara umum pantas mendapat acungan jempol. Selama 90 menit, timnas bermain dengan tempo dan agresivitas tinggi, dengan tetap menjaga disiplin dan fokus dalam bertahan.

Setidaknya hal itu terlihat dari sulitnya pemain Filipina berpenetrasi menembus kotak penalti Indonesia. Sekitar 20 menit menjelang akhir laga, Filipina memperbaiki kemampuan penetrasi mereka. Namun, usaha ini tak diimbangi penyelesaian akhir yang baik.

Usaha Filipina belum membuahkan hasil ketika pada menit ke-86, Christopher Greatwich menerima kartu kuning kedua akibat mengganjal Markus Horison.

Setelahnya, Indonesia berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan waktu yang tersisa untuk menambah gol. Namun, sampai peluit berbunyi panjang, papan skor tetap menunjukkan angka 1-0.

Susunan pemain:
Indonesia: Markus Horison, M Nasuha, Zulkifli Syukur, Maman Abdurachman, Hamka Hamzah, M Ridwan, Ahmad Bustomi, Oktovianus Maniani (Arif Suyono 84), Cristian Gonzales (Bambang Pamungkas 90), Yongki Ari Bowo, Firman Utina.

Filipina: Neil Etheridge, Robert Gier, Anton Edward Del, Roel Gener, James Younghusband, Philip Younghusband, Alexander Borromeo, Jason De Jong, Christopher Greatwich, Ian Araneta, Ray Jonsson.

Sumber: kompas.com

Read more.....

Pentolan Jakmania Kritisi Anggota

Sesepuh Jakmania juga mengimbau Pemprov DKI Jakarta ikut berperan aktif menjaga eksistensi klub.

Sedikitnya 40 pendiri kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania, memberikan kritikan kepada para anggotanya yang pada musim lalu sering melakukan tindakan di luar kewajaran.

Pernyataan pentolan The Jakmania itu tertuang dalam rilis pernyataan sikap bersama Forum JM yang dibagikan kepada wartawan disela-sela uji coba melawan Semen Padang di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

Dari tujuh pernyataan sikap itu, Forum JM meminta agar segera diadakan pemilihan ketua umum baru sebelum kompetisi Superliga Indonesia 2010/11 digulirkan. Forum JM juga meminta maaf kepada seluruh warga Jakarta yang selama ini kenyamanannya terganggu.

Forum JM meminta supaya pengurus baru The Jakmania nantinya bisa bersikap tegas untuk mencegah dan membersihkan tindakan anarkis dan rasial yang dilakukan para anggotanya. Sebab, sikap seperti itu dapat merusak citra The Jakmania di mata masyarakat.

Selain itu, Forum JM meminta supaya kepengurusan Persija dilandaskan pada loyalitas dan dedikasi tinggi untuk memajukan tim Macan Kemayoran, terutama dengan menggelar kembali kompetisi internal yang bisa menghasilkan talenta muda di masa mendatang.

Pemprov DKI Jakarta juga diminta supata berperan aktif dalam menjaga eksistensi Persija. Forum JM menilai keterlibatan Pemprov secara emosional belakangan ini semakin berkurang.

Sumber: goal.com

Read more.....

Inilah gol Cristian Gonzales

Indonesia berhasil merebut kemenangan 1-0 atas Filipina di semifinal pertama Piala AFF, Kamis 16 Desember 2010. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, gol tunggal Indonesia dicetak Cristian Gonzales di babak pertama.
Inilah gol Cristian Gonzales pada menit ke-32 saat Tim nasional Indonesia menang 1-0 atas Filipina pada leg pertama semifinal Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (16/12/2010).

Gol bermula dari umpan Firman Utina langsung ke jantung pertahanan Filipina. Gonzales, yang berada di tengah kotak penalti lawan, menanduk bola masuk ke sudut kanan bawah gawang setelah sempat membentur tiang gawang.

Read more.....

Ini dia sundulan gol Christian "El Loco" Gonzales

TRIBUN NEWS/DANY PERMANA
Inilah gol Cristian Gonzales pada menit ke-32 saat Tim nasional Indonesia menang 1-0 atas Filipina pada leg pertama semifinal Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (16/12/2010).
Gol bermula dari umpan Firman Utina langsung ke jantung pertahanan Filipina. Gonzales, yang berada di tengah kotak penalti lawan, menanduk bola masuk ke sudut kanan bawah gawang setelah sempat membentur tiang gawang. 

Read more.....

"Leg" Kedua, Riedl Ogah Imbang

KOMPAS/AGUS SUSANTO
Pelatih tim nasional sepak bola Indonesia, Alfred Riedl berpose di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
JAKARTA — Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, lebih mematok hasil menang daripada imbang saat menjalani leg kedua semifinal Piala AFF 2010, Minggu (19/12/2010), lawan Filipina. Pasalnya, peluang "Merah Putih" ke babak final belum aman.

Pada semifinal pertama yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis (16/19/2010), Firman Utina dan kawan-kawan berhasil mengalahkan "The Azkals" 1-0. Kemenangan itu diraih berkat gol Cristian Gonzales.

Indonesia hanya perlu hasil imbang untuk lolos ke final. Namun, Riedl menegaskan, timnya wajib kembali memenangi pertandingan di leg kedua. Sebab, jika hanya mencari hasil imbang, hal itu justru akan sangat berbahaya. Lengah sedikit, Filipina bisa mencuri peluang Indonesia.

"Keunggulan 1-0 masih sangat berbahaya. Tentu kami tidak akan bermain demi hasil imbang. Di leg kedua kami akan tampil untuk meraih kemenangan," tegas Riedl.


Sumber: KOMPAS.com

Read more.....

Filipina Siap Balas Indonesia

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Pelatih Timnas Filipina, Simon McMenemy.
JAKARTA - Pelatih Filipina, Simon McMenemy, bertekad akan membalas kekalahan dari Indonesia. Maka, mereka akan tampil maksimal pada leg kedua semifinal Piala AFF di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (19/12/2010).

McMenemy juga berniat tetap memberi kesempatan kepada kiper Neil Leonard Etheridge pada semifinal leg kedua lawan Indonesia, Minggu (19/12/2010), meski melakukan kesalahan di leg pertama.

Etheridge telah melakukan kesalahan fatal yang membuat timnya takluk 0-1 dari Indonesia pada semifinal pertama Piala AFF 2010, Kamis (16/12/2010). Ia melakukan blunder pada menit ke-31, saat berusaha menangkap bola tendangan lambung FIrman Utina. Kiper ketiga Fulham itu kurang cermat mengantisipasi bola. Tangkapannya gagal dan langsung ditanduk Christian Gonzales menjadi gol kemenangan Indonesia.

Meski begitu, McMenemy enggan menyalahkan kiper keturunan Inggris itu sebagai biang kekalahan. Menurutnya, gol itu terjadi karena adanya salah pengertian di antara pemain belakang dengan Etheridge.

"Ya, memang ada kesalahan dalam proses gol. Seperti ada miscommunication. Tetapi, saya tidak menyalahkan Etheridge. Dia masih 20 tahun. Dia hanya kurang beruntung. Yang jelas dia merasa kecewa karena kebobolan. Tapi, dia akan tetap mendapat kepercayaan di leg kedua," tegasnya.

McMenemy juga mengaku optimistis bisa membalas kekalahan pada leg kedua. "Jika kami kebobolan dua atau tiga gol akan sulit dikejar. Karena itu, kami masih memiliki peluang. Kami akan tetap berusaha pada leg kedua," kata pelatih asal Inggris itu.

Sumber: kompas.com.

Read more.....

Bekuk Filipina, Indonesia Setengah Jalan ke Final

TRIBUN NEWS/DANY PERMANA
Penyerang Timnas Indonesia, Chrisrian Gonzales, merayakan golnya ke gawang Filipina, dalam semifinal Piala AFF di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (16/12/2010). Indonesia akhirnya menang lewat gol tunggal Christian Gonzales dan menjadi modal bagus dalam menghadapi semifinal leg kedua 19 Desember mendatang.

JAKARTA — Tim nasional Indonesia menang 1-0 atas Filipina pada leg pertama semifinal Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (16/12/2010). Dengan begitu, untuk bisa masuk final, Indonesia cuma membutuhkan hasil imbang 0-0 di leg kedua, Minggu (19/12/2010).

Kemenangan Indonesia ditentukan oleh gol Cristian Gonzales pada menit ke-32. Gol bermula dari umpan Firman Utina langsung ke jantung pertahanan Filipina. Gonzales, yang berada di tengah kotak penalti lawan, menanduk bola masuk ke sudut kanan bawah gawang setelah sempat membentur tiang gawang.

Selain itu, bek Zulkifli Syukur juga patut mendapat pujian karena melakukan penyelamatan penting pada menit ke-78.

Saat itu, James Younghusband menyepak bola secara akurat ke sudut kanan atas gawang Indonesia. Markus Horison sudah salah langkah dan bola tampaknya akan masuk gawang Indonesia. Untung saja, Zulkifli ada di posisi yang tepat untuk membuang bola.

Indonesia sebetulnya bisa unggul dengan selisih yang lebih besar seandainya bisa memaksimalkan setidaknya dua peluang lain, yaitu yang diciptakan oleh Gonzales (10') dan Oktovianus Maniani (28'). Sayang, sementara tembakan jarak dekat Gonzales dijinakkan oleh Neil Leonard Dula, eksekusi Okto melambung di atas mistar gawang.

Adapun Filipina sempat mencoba memainkan penguasaan bola. Usaha ini berhasil menyulitkan Indonesia untuk mengembangkan permainan, tetapi tidak bertahan lama karena mereka sering melakukan kesalahan umpan dan cenderung bermain individual.

Permainan di babak kedua berlangsung lebih sengit, terutama karena Filipina bermain semakin cepat dan agresif. Namun, barisan belakang Indonesia bermain disiplin dan mampu mematahkan serangan-serangan lawan.

Selain itu, barisan tengah dan depan Indonesia juga mampu membahayakan benteng musuh. Namun, sampai peluit berbunyi panjang, papan skor tetap menunjukkan angka 0-1 untuk Indonesia.

Foto lengkap di: KOMPAS IMAGES

Read more.....
 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Powered by    Login to Blogger